Oleh Ersis Warmansyah Abbas (www.webersis.com)
Tanya: Pak saya masih bingung bagaimana cara menulis sesuatu itu tanpa diikuti emosi terhadap apa yang akan ditulis tersebut?
Septha, Banjarmasin, Kalsel.
SAYA senang dengan pertanyaan Septha. Pada pelatihan menulis hal mengendalikan emosi menjadi topik menarik. Ada kontroversial memaknainya. Pertama, menulis tanpa mampu melepaskan emosi, sesorang akan kesulitan menulis dan jadi penulis. Begitu didengungkan banyak orang. Kedua, sebaliknya emosi perlu diikutkan karena emosi menjadikan tulisan lebih menarik. Ya, tergantung apa yang ditulis, tujuan menulis, dan ‘gaya’ tulisan. Emosi memoles dan ‘memanggil’ emosi pembaca. Read the rest of this entry »

