03. Kontroversi Emosi

September 18th, 2008 ersis Posted in Umum No Comments »

Oleh Ersis Warmansyah Abbas (www.webersis.com)

Tanya:  Pak saya masih bingung bagaimana cara menulis sesuatu itu tanpa diikuti emosi terhadap apa yang akan ditulis tersebut?
Septha, Banjarmasin, Kalsel.

SAYA senang dengan pertanyaan Septha. Pada pelatihan menulis hal mengendalikan emosi menjadi topik menarik. Ada kontroversial memaknainya. Pertama, menulis tanpa mampu melepaskan emosi, sesorang akan kesulitan menulis dan jadi penulis. Begitu didengungkan banyak orang. Kedua, sebaliknya emosi perlu diikutkan karena emosi menjadikan tulisan lebih menarik. Ya, tergantung apa yang ditulis, tujuan menulis, dan ‘gaya’ tulisan. Emosi memoles dan ‘memanggil’ emosi pembaca. Read the rest of this entry »

AddThis Social Bookmark Button

Sharing Kesulitan Mernulis

September 18th, 2008 ersis Posted in Umum 3 Comments »

Punya Kesulitan menulis? Soal mudah saja itu. Sampeyan kemukakan masalahnya, lebih detail lebih baik, dan Insya Allah … akan dijawab dan ditayangkan pada www.webersis.com dan www.menulismudah.com. Jadikan menulis mudah. Mari sharing.

Banjarbaru, 18 September 2008
Ersis Warmansyah Abbas.

AddThis Social Bookmark Button

Demo itu untuk Mengingatkan

June 26th, 2008 ersis Posted in 100 Tahun KN, Umum No Comments »

Oleh Farida Arroyani
Nomor Peserta 060

Momentum seabad kebangkitan nasional seharusnya bukan untuk sekedar dirayakan dan atau diperingati, tapi direnungi. nilai-nilai tentang kesejahteraan dan keadilan harus diterapkan, bukan dikaji.bagi yang lupa, mahasiswa dengan upayanya berusaha mengingatkan pelajaran berharga ini. Jika tidak, berarti nilai sejarah kita merah
2008. Read the rest of this entry »

AddThis Social Bookmark Button

Menepis Kerakusan Manusia

June 2nd, 2008 ersis Posted in Umum No Comments »

Oleh: Amin Fauzi
Nomor Peserta 035

Saat ini manusia memang berada di tengah peralihan sejarah yang menentukan. Dunia yang di ciptakan oleh lebih dari tiga abad moderenisasi ini telah mengirimkan sinyal bahaya menyangkut kompleksitas interaksi ekologi yang menopang kehidupan di bumi. Read the rest of this entry »

AddThis Social Bookmark Button

Berguru pada penulis legendaris dunia

May 16th, 2008 m.u.s.a.f.i.r Posted in Lomba Menulis, Umum 1 Comment »

Oleh: A. Yusrianto Elga

Aktivitas apa pun yang digemari seseorang mesti dimulai dari rasa “tertarik” atau “senang”. Termasuk dalam konteks ini adalah menulis. Seseorang senang menulis karena adanya “ke-tertarik-an” yang begitu kuat, semacam keinginan untuk meluapkan kegundahan batin yang tak tertanggungkan. Read the rest of this entry »

AddThis Social Bookmark Button

Puisi Cinta Tanah Air: Go Lomba

April 8th, 2008 ersis Posted in Umum No Comments »

Blogerwan, Yth.
www.webersis.com melanjutkan Lomba Puisi Cinta bulan April 2008 bertema: Cinta Tanah Air. Lomba bulan lalu, Puisi Cinta, Cinta Ayah Bunda, dan Cintra Rasul sudah masuk Terminal Nominator yang nantinya setelah melewati penanganan Tim Juri dipilih pemenangnya sekaligus akan dibukukan berlabel: Antologi Puisi Cinta.

Siapa mau ikut, silahkan ikut pasa www.webersis.com. Selamat berkarya. Salam.

Banjarbaru, 7 April 2007

AddThis Social Bookmark Button

Menulis, Berpikir, dan Menuliskan Pikiran

January 29th, 2008 ersis Posted in Umum 2 Comments »

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Menulis adalah berpikir, menuangkan pikiran adalah menulis, menuliskan pikiran dan memikirkan tulisan dua hal berbeda. Tanpa berpikir kita tidak bisa melakukan keduanya.

“BERPIKIR dulu baru menulis, ataukah memulai menulis dulu, baru berpikir Pak?”, tanya seorang sahabat blogger sembari mengomentari tulisan Mengendalikan Pikiran www.webersis.com. “Tinggal pilih. Tapi, yang bagus sekaligus. Siapa sih yang bikin dikotomi demikian? Kog ditiru pula, bukankah otak bukan hanya core2duo tapi … mutlicore”, jawab saya sedikit menggoda dengan harapan semoga dia memikirkannya. Ya, menulis adalah berpikir.
 
Menulis adalah rangkaian berpikir. Sebelum menulis, ketika menulis, dan setelah menulis. Dengan demikian, tidak relevan lag adanya pertanyaan, memulai menulis dulu baru berpikir, atau berpikir dulu baru menulis. Kog begitu Pak? Read the rest of this entry »

AddThis Social Bookmark Button