Follower dan banyak komen di facebook serta media sosial lainnya, apakah mereka juga suka membaca buku?

By | June 6, 2017

Minat baca di Indonesia hanyalah 0,001 %,  yaitu diantara 1000 orang hanya 1 orang yang minat membaca (data UNESCO). Lalu dari sebuah Riset yang bernama “Most Littered Nation In the World” dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 , Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca. Nomor 59 adalah Thailand dan nomor 61 adalah Bostwana.

Apabila kita melihat pengguna facebook dan media sosial lain seperti twitter (yang berbentuk tulisan) di sana kita melihat bahwa pengguna aktif media sosial yang menulis posting, membacanya dan share ulang sangat banyak. Kalau data pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta dari jumlah 252,4 juta penduduk Indonesia, secara prosentase pengguna internet adalah 34,9%. Dari data pengguna internet sebanyak 88,1 juta yang menggunakan facebook sebanyak 82 juta!

Dengan demikian Indonesia merupakan negara pengguna facebook terbanyak keempat di dunia, setelah Amerika Serikat (194 juta), India (130) juta, dan Brasil (102 juta).

Kalau kita bandingkan bahwa Indonesia merupakan negara nomor 4 di dunia sebagai pengguna facebook terbanyak dan Indonesia sebagai negara nomor 60 dalam minat baca. Sangat kontras! Padahal seharusnya dengan banyak menggunakan facebook tentu saja minat baca akan meningkat.

Lalu apa yang terjadi dengan pengguna facebook bila minta baca tetap saja masih dalam urutan ke 60? Ternyata dalam menggunakan facebook ini, para pengguna banyak yang menyukai berkomentar daripada membaca artikel. Mereka lebih senang memberikan komentar atas tulisan pendek atau malah banyolan dan posting-posting hoax atau gosip yang sedang tren saat itu.

Ada seorang teman yang berusaha mendapatkan follower banyak di facebook dan juga menginginkan setiap postingnya banyak yang komentar. Alasanya adalah apabila ia nanti menulis buku maka akan banyak yang membacanya.

Pendapat teman tersebut tentu saja kurang tepat, karena banyaknya follower dan komentar atas sebuah posting di facebook tidak menggambarkan apakah follower dan komentator tersebut suka membaca buku atau tidak.

Yang mempunyai peluang sebagai orang yang suka membaca adalah mungkin saja mereka yang ‘silent reader’. Mereka bukan komentator, mereka bukan pengkritik apalagi ‘hatters’ yang seringkali sesuka mereka berkomentar. Para peminat baca buku biasanya seringkali diam dan tidak ikut dalam gosip-gosip yang sekedar menghabiskan waktu dalam komentar yang panjang.

Sekali lagi, melihat angka bahwa Indonesia adalah nomor 4 pengguna facebook terbanyak di dunia dan juga sekaligus nomor 60 dalam minat baca buku, maka minatnya ternyata baca status dan komen status, belum mengarah kepada membaca buku. Apalagi untuk minat menulis buku yang masih dibawah 0,001 %. Belum lebih dari 1 orang diantara 1000 orang yang menulis buku.

Alih-alih menulis buku, kesenangan menulis baru pada tahap menulis status facebook. Namun dengan adanya jembatan facebook untuk menulis walaupun hanya status facebook, setidaknya pengguna internet Indonesia yang punya facebook sudah memulai untuk menulis. Jadi profesi mereka bukan penulis buku namun penulis status facebook!

Jadi jangan melihat banyaknya follower dan banyaknya komen di sebuah status untuk menetapkan bahwa mereka juga mempunyai minat membaca buku.

Salam Menulis untuk Indonesia!

(Visited 110 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *