ROYALTI buku 420 Miliar! Apakah begitu menggiurkan?

By | May 24, 2017

Kalkulator saya langsung menyala ketika membaca bahwa bukunya Napoleon Hill yang berjudul Think and Grow Rich terjual lebih dari 60 juta copi. Wuiihhh kalo saja royalti yang hanya 10% dari harga jual buku itu dihitung Rp 7000 per buku, maka 60 juta copi tersebut, Hill sudah mengantongi Rp 420.000.000.000 (420 miliar!)

Bagi penulis, ini angka royalti yang sangat-sangat diimpikan. Dapatkah seorang penulis pemula, di buku pertama mendapatkan angka royalti seperti itu? Jangan menterjemahkan dari buku Hill di atas (Think and Grow Rich) di mana Anda berpikir dapat mencapainya kemudian Anda akan mencapainya! Bila hanya berpikir mencapai dan kemudian tiba-tiba mencapainya itu namanya sulap alias adakadabra!

Semua penulis mempunyai proses dalam mencapai hal-hal yang dianggapnya sebagai sukses kepenulisannya. Dari angka 60 juta copi tersebut, bagi saya yang menarik bukanlah angka pencapaian dari Hill. Yang menarik bagi saya adalah perjalanan Hill itu sendiri atau perjuangannya sehingga ia dapat mendapatkan prestasi 60 juta copi. Daripada memikirkan jumlah tersebut dapat Anda capai atau tidak sebagai penulis pemula, lebih baik melihat perjalanan Hill sehingga nantinya Anda dapat bercermin, apakah kedisiplinanku dan jam terbangku sudah sebanding dengan apa yang dilakukan oleh Hill?

Tulisan perjalanan Hill ini saya tuliskan kembali dari bukunya 12 Aturan Emas Napoleon Hill, karena tulisan ini ada di kata pengantar dan biasanya banyak yang melewatkan kata pengantar (padahal penting), semoga perjalanan Hill ini dapat memberikan pencerahan tentang karir seorang penulis yang layak Anda ketahui.

Napoleon Hill lahir pada tahun 1883 di pegunungan Wisw County – Virginia. Ibunya meninggal pada saat Hill berumur 10 tahun dan ayahnya menikah lagi setahun kemudian. Di usia 13 tahun, dengan bantuan ibu tirinya, Hill menukarkan sebuah pistol milik ayahnya dengan mesin tik. Dari mulai usia 13 tahun itulah Hill mempunyai dorongan untuk menulis!

Saat kuliah, Hill sambil bekerja di Bob Taylor’s Magazine milik Robert Taylor, yaitu seorang senator Amerika Serikat. Tugas Hill adalah meliput kisah-kisah sukses, salah satunya adalah mewawancari Andrew Carnegie di rumah mewahnya yang mempunyai 45 kamar! Wawancara yang semula dijadwalkan pendek itu ternyata berlangsung sampai tiga hari.

Dalam kesempatan itu Carnegie menantang Hill untuk mewawancarai orang-orang sukses dan mengembangkan filosofi kesuksesan dari hasil wawancara tersebut. Kelak filosofi hasil dari wawancara inilah yang menjadikan ia terkenal dengan ‘Aturan Emas’.

Perkenalan Hill dengan Carnegie menjadikan Hill muda punya kesempatan untuk berhubungan dengan  Henry Ford, Thomas Edison, George Eastman, John D Rockefeller, dan tokoh-tokoh sukses lain pada jaman itu. Kajian wawancara Hill dengan tokoh-tokoh tersebut menghabiskan waktu 20 tahun dengan lebih dari 500 wawancara! Dan itu dilakukan Hill sebelum buku pertamanya terbit.

Buku pertama Hill berjudul The Law of Success yang terbit pada tahun 1928. Buku yang merupakan pengembangan filosofi sukses hasil wawancara tersebut, ia menerima royalti sebesar $2000 sampai $3000 per bulan dan saat itu ia belikan Rolls-Royce. (Buku pertama dari hasil wawancara dan tulisan-tulisan pendeknya di majalah selama 20 tahun).

Pada tahun 1937 (9 tahun dari buku pertama) Hill menulis bukunya yang paling terkenal, yaitu  Think and Grow Rich (saat itu Hill berumur 54 tahun) dan buku inilah yang terjual lebih dari 60 juta copi.

Hill tutup usia di umur 87 tahun, yaitu di tahun 1970 dengan meninggalkan banyak karya-karya bukunya, diantaranya adalah The Law of Success, Think and Grow Rich, Master Key to Riches, Success Mind, You Can Work Your Own Miracles.

Nah, membaca perjuangan, dedikasi dan kedisiplinan Hill dalam menulis yang dimulai dari umur 13 tahun dengan membeli mesin tik dan menulis artikel sukses di majalah selama 20 tahun, apakah Anda sebagai penulis pemula yang kemudian menulis bahkan hanya 1 kali dalam seminggu, itupun di waktu libur dan senggang saja. Atau hanya menjadikan kegiatan menulis sebagai ‘sambilan’ saja, tidak malukah Anda dengan Hill bila Anda berharap raupan royalti Anda sebanyak Hill?

Salam Menulis dan tetap Menginspirasi dengan tulisan!

(Visited 156 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *