PLAGIAT

By | March 5, 2017

Apa itu plagiat? Saya kutipkan definisi plagiat:

Plagiat itu sendiri merupakan perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh sebuah tulisan , dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau tulisan orang lain , tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai (Permendiknas No 17 tahun 2010, Pasal 1 Ayat 1 )

Dalam perjalanan saya menulis, tentu saja tidak semua tulisan saya atau pada bagian-bagian tertentu ada yang saya ambil dari pendapat orang lain, bahkan sangat mungkin satu paragraf atau sebuah definisi bukan asli dari saya namun saya ambil dari karya orang lain. Hal tersebut tidaklah salah selama kita mencantumkan sumbernya. Yang jadi masalah apabila seorang penulis mencantumkan sebagian tulisan orang lain dan ia mengakui sebagai tulisannya sendiri.

Dalam proses menulis di Writing Camp, saya sudah menegaskan dari awal bahwa boleh-boleh saja kita mengambil bagian sebuah tulisan yang pernah ditulis orang lain untuk beberapa tujuan, salah satunya untuk memperkuat tulisan yang dibuat. Namun syarat mutlaknya adalah mencantumkan sumbernya darimana. Apabila tulisan diambil dari sebuah blog di internet maka cantumkanlah sumber alamat blog tersebut.

Saya menemukan beberapa naskah di Writing Camp selama proses edit yang ternyata termasuk dalam katagori plagiat. Atau si penulis persis hanya copy-paste dari sebuah tulisan lain karya orang lain. Ada dua hal yaitu sengaja atau tidak sengaja karena tidak tahu. Apabila hal tersebut tidak sengaja maka kita memperingatkan dan harapannya adalah ditambah sumbernya darimana. Yang paling repot adalah sengaja yang pura-pura tidak tahu bahwa itu adalah sebuah katagori plagiat.

Bagaimana kita dapat menghindari plagiat ini sebagai penulis? Yang pertama adalah munculkan originalitas diri dengan tidak terburu-buru untuk dianggap hebat. Hal itu adalah yang banyak terjadi: terburu-buru ingin dianggap hebat!

Menulis merupakan sebuah proses. Dan proses itu akan menjadi semakin baik dan semakin baik apabila seorang penulis terus menulis.

Apakah menulis status di facebook termasuk? Tentu saja tidak karena formatnya berbeda. Format menulis status merupakan format pendek dalam bagian-bagian tertentu, sementara menulis merupakan format utuh dalam menjelaskan sesuatu secara baik, tepat, efektif dan efisien.

Bahkan editor kami pernah menemukan tulisan dari seorang yang sudah mendapatkan gelar S2 dan banyak plagiat di dalamnya. Ketika diajak koordinasi tentang ejaan atau tata kalimat dalam bukunya terlihat bingung, dan terlihat bahwa dia tidak menguasai tulilsannya. Lalu kami bertanya-tanya, ‘siapa yang menulis karya ini?

Menulis memang masih menjadi kegiatan yang sangat minim di Indonesia. Minat tulis yang berhubungan dengan minat baca, belum mencapai angka 2% dari total jumlah penduduk kita saat ini. Minat tulis yang tidak digalakkan sejak dini sehingga banyak masyarakat baik dalam dunia pendidikan dan umum yang nantinya membutuhkan kegiatan menulis menjadi tidak dapat menuliskan apapun juga. Terlebih lagi dalam kegiatan skripsi dan penyusunan tesis.

Apa yang harus di tulis? Setiap orang mempunyai cerita hidupnya. Dalam perjalanan pertemanan, sekolah, cinta, keluarga, bisnis, kegagalan dan kesuksesan, semua dapat disusun menjadi tulisan.  Sekarang dosen-dosen pembimbing dan para editor juga sudah dilengkapi alat pelacak plagiat. Apabila Anda ingin menggunakan yang free di internet silahkan memakai ini: http://smallseotools.com/plagiarism-checker. Anda tinggal copy-paste sebuah paragraf yang Anda tengarai sebuah plagiat dan dapat memuat 1000 kata (kurang lebih 4 halaman A4)  dan nanti Anda dapat menemukan berapa persen plagiat di dalam tulisan tersebut.

Mari tuliskan ide Anda! Terlebih ide orisinal Anda dan hindari plagiatism. Apabila Anda memang ingin mencantumkan tulisan dari karya orang lain, cantumkan sumbernya dengan jelas.

Selamat menulis!

(Visited 418 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *