Buku Idealisme atau buku profitable?

By | October 6, 2016

Mengawali menulis buku, memang sebaiknya Anda tentukan dulu: Buku Anda ingin menjadi buku apa? Maksud saya adalah, apakah buku Anda akan Anda jadikan buku ideealisme Anda? Atau akan Anda jadikan sebagai ‘public share’  yang ‘profitable’?

Film yang berjudul GENIUS menceritakan perjalanan seorang editor buku, sangat bagus untuk di tonton para penulis. Karena di sana penulis akan paham bahwa untuk menjelajah pasar pembaca buku, maka diperlukan banyak ‘mata’. Ada mata penulis yang mengisi naskah. Ada mata distributor marketing yang tahu seluk beluk pasar. Ada mata designer yang akan membuat buku menjadi menarik. Ada mata ‘layouter’ yang membuat tata letak nyaman dibaca. Dan ada mata ‘editor’ yang akan membuat buku makin efektif.

Penulis, silahkan fokus kepada isi tulisan. Namun demikian apabila seorang penulis menjadikan bukunya sebagai buku idealisme, maka semua mata yang berkaitan di atas akan menutup diri. Penulis maunya cover ini, maunya Judul ini, maunya font tulisan ini, maunya tata letak demikian. Hal tersebut tidak menjadi tanggung jawab bagi penerbit atau percetakan apabila judulnya tidak menarik di pasaran, covernya kurang disenangi pasar, dan isi maupun tata letak juga bukan minat pembaca.

Apabila buku seorang penulis ditujukan sebagai ‘public share’ dan memang bertujuan ‘profit’, maka mau tidak mau, suka tidak suka akan ada banyak tangan yang berpengaruh di dalamnya. Di sini, sebagai buku yang public share dan bertujuan profit, seorang penulis harus dapat menggeser idealismenya. Karena dalam banyak hal, idealisme dan profitable akan bertolak belakang.

Saya berikan contoh buku saya yang diterbitkan oleh Elex Media. Judul yang saya tulis pertama kali untuk buku itu adalah Inspirasi Karyawan Sukses. Lalu terjadi banyak perubahan usul judul dari bagian marketing, distributor dan redaksi sendiri, yang akhirnya judulnya adalah Menjadi Karyawan Sukses, mengapa tidak?

Lain lagi ketika:

Saya menerbitkan buku Inner Peace. Buku itu adalah buku idealisme sehingga judul dan cover buku tidak boleh diganti. Setelah 1 tahun, konsep buku saya ubah menjadi buku profitable. Akhirnya cover dan judul berganti menjadi Cara Dahsyat Berdamai dengan Pikiranmu.

Nah, di sini, Anda sebagai penulis sebaiknya menentukan apakah buku Anda akan Anda buat sebagai buku idealisme atau buku profitable? Apabila buku idealisme maka buang jauh-jauh keinginan buku Anda untuk menjadi menguntungkan secara modal. Mungkin tidak banyak dicari, bahkan tidak dikenal judulnya. Yang penting idealisme Anda tersalurkan.

Apabila buku Anda ditujukan sebagai buku yang profitable, maka tentu saja di sini bukan tentang ‘apa mau Anda’, bukan tentang ‘apa yang Anda sukai’.

Apa yang penulis mau, belum tentu apa yang pembaca mau.

Apa yang penulis ingin, belum tentu apa yang pembaca ingin.

Yang terbiasa dan dapat membaca target pasar adalah bagian marketing dengan divisinya, untuk itu saran dan pendapat dari bagian itu juga sangat penting bagi penulis untuk menyeleraskan bagian-bagian yang dirasa tidak membidik target pasar yang tepat.

Anda seorang penulis dan sudah menentukan buku Anda sebagai buku yang profitable? Maka serahkan kepada ahlinya untuk mendesign buku Anda sesuai dengan target pasar yang ada!

 

Keep writing!

(Visited 276 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *