Apakah Untung Buku diterbikan Penerbit?

By | October 4, 2016

Banyak yang bertanya kepada saya seperti ini:

Pak, buku saya nanti diterbitkan oleh penerbit mana? Pak, apakah naskah seperti ini dapat diterbitkan oleh penerbit? Pak, bagaimana caranya supaya naskah diterbitkan penerbit?

Mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa buku diterbitkan oleh penerbit akan meraup untung besar. Dan alasan yang banyak lagi adalah ‘gengsi’!

Untung tidak sih buku diterbitkan oleh penerbit? Ini adalah pertanyaan yang patut direnungkan oleh penulis pemula. Kalau bicara tentang ‘untung’ sudah pasti akan ada dua sisi, yaitu untung dan rugi.

Pertama, sisi untungnya. Untungnya adalah penulis tidak mengeluarkan modal. Hanya membawa naskah, diserahkan penerbit, direview, lalu kalau disetujui akan dicetak dan dijual di toko buku.

Berapa lama durasi tunggu dari menyerahkan naskah sampai dijawab oleh redaksi bahwa naskah disetujui atau tidak? Lamanya sekitar enam bulan! Ya, enam bulan adalah masa tunggu jawaban disetujui atau tidak. Kalau tidak disetujui maka naskah dikembalikan. Kalau disetujui maka dilanjutkan proses editing, layout dan proofing sampai naik cetak yang memerlukan waktu sekitar dua bulan! Jadi, dari proses awal menyerahkan naskah, apabila disetujui sampai naskah cetak memerlukan waktu delapan bulan!

Apabila Anda penulis pemula di mana belum banyak orang mengetahui buku Anda, maka rata-rata laku buku di toko buku masih rendah. Kita ambil contoh dari semua toko buku, per bulan buku Anda laku 100 eksemplar (ini asumsi laku bagus). Royalti penulis akan dibayarkan per enam bulan. Jadi apabila sebulan laku 100 eksemplar maka selama enam bulan rata-rata buku Anda akan laku sebanyak 600 eksemplar.

Berapa uang yang Anda dapatkan dari laku 600 eksemplar ini? Perhitungannya begini:

Royalti penulis adalah rata-rata 10% dari harga jual buku. Saya ambil contoh harga jual buku Anda adalah Rp 80.000 maka royalti per buku yang Anda dapatkan adalah Rp 8000 (delapan ribu rupiah).

Sekarang tinggal Anda kalikan saja 600 x 8000 = 4.800.000 (empat juta delapan ratus ribu rupiah). Nah itu adalah pendapatan Anda sebagai penulis yang menanti selama 6 bulan!

Ini saya bicara kondisi penulis yang memulai menjual bukunya. Jadi Anda akan tahu dan menyadari konsekuensi diterbitkan oleh penerbit. Memang, apabila buku Anda laku sangat banyak dan menembus angka di atas 20.000 eksemplar, maka hasilnya juga sangat terasa sekali. Saya berikan contoh buku saya:

Buku saya Diary Pramugari selama 2 tahun laku sebanyak 150.000 eksemplar. Harga jugal buku itu adalah 60.000. Royalti yang saya dapatkan selama 2 tahun penjualan buku itu adalah 150.000 x 6000 = 900 juta. Apabila saya mempunyai 3 buku yang sama dengan rata-rata jumlah jual yang sama, maka selama 2 tahun royalti yang saya dapatkan adalah 3 x 900 = 2,7M.

Contoh di atas adalah apabila buku sangat laku di pasaran. Sekarang mari kita bandingkan apabila Anda mandiri menghasilkan buku Anda sendiri. Di mana dari mulai cetak sampai urusan penjualan Anda yang melakukannya. Saya memberikan perbandingan jumlah laku buku dan durasi masa jual sama seperti contoh di atas, contoh selama 6 bulan buku Anda laku 600 eksemplar. Kalau contoh diterbitkan penerbit dengan laku 600 buku selama 6 bulan Anda mendapatkan 4.800.000, maka berapa untung Anda bila diterbitkan sendiri? Ilustrasinya seperti ini:

Saya memberikan contoh harga cetak dari buku yang tergolong tebal, yaitu sekitar 250 halaman. Harga cetak per buku sekitar 35.000. Apabila Anda menjual dengan harga yang sama dari penerbit sesuai contoh di atas yaitu Rp 80.000, maka keuntungan Anda per buku adalah 80.000 – 35.000 = 45.000. Apabila selama 6 bulan buku Anda laku sebanyak 600 eksemplar (sama dengan laku dari penerbit) maka yang Anda dapatkan adalah 600 x 45.000 = 27 Juta!

Mari kita bandingkan:

Dari penerbit selama 6 bulan dengan laku 600 eksemplar Anda mendapatkan 4.800.000

Anda cetak mandiri selama 6 bulan dengan laku 600 eksemplar Anda mendapatkan 27 juta.

Pertanyaan saya, pilih mana?

Nah, lalu ada yang bertanya, “Namun mengapa pak Agung masih bekerjasama dengan penerbit?”

Bekerjasama dengan penerbit tidak ada salahnya. Ada beberapa sisi positif yang bukan hanya soal uang. Namun soal networking dan penyelenggaraan event buku. Yang ingin saya tekankan di sini adalah paradigma bahwa apabila sebuah buku sudah diterbitkan oleh penerbit sudah pasti untung, sudah pasti keren, sudah pasti laku! Oooh, belum tentu! Dan saya sudah memberikan ilustrasi di atas untung dan ruginya diterbitkan oleh penerbit.

Lalu, apakah sebagai seorang penulis dapat menghasilkan pendapatan rutin setiap bulan? Terlebih lagi untuk membiayai kehidupan sehari-hari? Rumah tangga? Saya jawab sangat bisa! Bahkan Anda dapat menghasilkan penghasilan rutin minimal 20 juta dari menulis. Bagaimana caranya? Untuk yang ini hanya saya jelaskan langsung saat kegiatan Writing Camp.

Mari kita lihat secara jernih, bahwa buku diterbitkan oleh penerbit dan nongkrong di rak buku bukanlah segala-galanya. Bukan merupakan hal yang selalu menguntungkan. Belum lagi Anda sebagai penulis apabila ingin membeli buku Anda sendiri langsung ke penerbit hanya mendapatkan discount sebesar 30% dari harga jual buku:

Apabila harga jual buku Anda 80.000 maka Anda harus membeli buku Anda sendiri dengan harga 56.000 per buku! Dengan jumlah uang 56.000 tersebut, bagaimana kalau di buat untuk cetak mandiri? Silahkan Anda perhitungkan sendiri hal tersebut.

Teman-teman penulis, dan Anda yang memulai untuk menjadi penulis. Banyak hal yang dapat Anda lakukan dengan adanya era internet dan media sosial saat ini. Perkembangan tekonologi yang ada dapat kita pergunakan sebagai alat penunjang kegiatan Anda sebagai penulis!

 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda semua

Keep Writing!

(Visited 481 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *