Kebangkitan Nasional Tak Mempunyai Makna
Oleh Vida Aulia Rakhman
Nomor Peserta 067
Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei ini tetap menjadi polemik perseteruan perebutan nama besar, dimana pada tanggal ini ditandai dengan berdirinya sebuah organisasi Budi Utomo yang didirikan oleh Sutomo atau sapaan akrab Bung tomo mendapat kecaman bahwa bukan organisasi ini yang pertama terbentuk melainkan sarekat Islam lah yang mendahului mereka, sampai sekarang pun peristiwa sejarah itu masih menjadi pertanyaan. Dapat dilihat betapa pentingnya sebuah nama besar sebagai salah satu bentuk legitimasi agar apa yang telah di bentuk dan di rintis pada masa lalu dapat menjadi kenangan yang harus selalu diingat oleh rakyat Indonesia.
100 tahun bukan waktu yang singkat bagi perjalanan pemerintahan Indonesia, banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan demi tercapainya kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia. sejak ditandai dan diakuinya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh pemerintahan Jepang maka dimulai lah pembenahan diri pemerintahan Indonesia dalam perputaran perekonomian kancah dunia. Banyak pihak yang menyatakan kemerdekaan berawal dan bersumber berkat lahirnya Budi Utomo yang merupakan tonggak utama dari keinginan untuk merintis kemerdekaan negara sendiri, sumpah pemuda pun dijadikan pula sebagai pemicu lahirnya ini. Gerakan-gerakan ini lahir karena para pemuda Indonesia telah mengecap pendidikan seadanya yang diperoleh karena politik etis pemerintahan Belanda terhadap kaum pribumi kita. ternyata kita masih terlalu lama dijajah Belanda dibandingkan dengan peringatan seabad Kebangkitan Nasional kita,itulah Indonesia tanah air yang kucintai.
Pada masa sekarang Kebangkitan Nasional diperingati dengan acara-acara besar yang membutuhkan banyak biaya yang kita tidak mengetahui darimana asal muasal dana itu diambil. Seabad nominal angka yang besar untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Banyak permasalahan yang timbul yang mewarnai peringatan ini diantarnya dengan kenaikan harga BBM yang sangat meresahkan semua pihak, terjadi demo dimana-mana yang menentang akan kebijakan pemerintahan itu. namun tidak ada yang bisa dibuat pemerintah atas kenaikan harga itu karena memang keadaan minyak dunia sedang mengalami kenaikan.
Peristiwa diatas adalah kado istimewa bagi kita, kebangkitan nasional yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan. Harapan sebagai rakyat Indonesia untuk bisa bangkit dari keterpurukan krisis yang melanda malah bertambah..Kebangkitan yang muncul karena keinginan hati rakyat Indonesia pada jaman dulu yaitu agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya menjadi bebanding terbalik dari apa yang dicitai-citakan sebelumnya.
Masih kurangnya kesadaran akan bagaimana makna bangkit itu sendiri yang menjadi kurangnya rasa memiliki antar sesama untuk menjaga dan membahagiakan satu sama lainnya. Pendidikan dan kesehatan gratis dijadikan sebagai misi utama yang harus dipenuhi dan dicapai dalam setiap pencalonan kepala pemerintahan. Dua faktor ini yang selalu dielu-elukan untuk dapat mensukseskan dan semi kelancaran pemilihan itu agar dapat dipercaya oleh rakyat menjadi pemimpin pemerintahan. Tidak terlihat disini tindakan yang mencerminkan adanya kemauan untuk dapat bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang selalu menghantui tiap daerah di Indonesia,ikrar sumpah pemuda yang merupakan pencetus kesatuan tidak dirasakan.
Kesatuan itu hampir tidak ada, yang muncul hanya kepentingan golongan untuk dapat berada di puncak kekuasaan teringgi di negara. Lumayan serupa dengan jaman kerajaan dulu yang lebih mementingkan kepentingan intern kerajaannya daripada harus bersatu demi menjaga keutuhan nusantara,dan dampaknya dapat diruntuhkannya kerajaan-kerajaan itu. Kekuasaan menjadi faktor penggairah utama yang dianggap menjamin kemakmuran dan kesejahteraan.
Kebangkitan Nasional hampir tidak mempunyai makna sekarang ini, peringatan-peringatan yang dilaksanakan hanya sebagai formalitas belaka agar dapat dikatakan sebagai bangsa yang masih menghargai sejarah. Mengapa demikian??? karena pesan dari peristiwa itu sendiri tidak dapat dipahami dan dimaknai dengan baik. Berusahalah Indonesia !!!!
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



Leave a Reply