Hari Peringatan Kebangkitan Nasional…..?? (Budi Utomo / Sarikat Islam)
Oleh Zul Haziah
Nomor Peserta 069
Kebangkitan nasional adalah proses kebangsaan yang mengacu pada bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.. Karena kebangkitan ini adalah sebuah proses, maka hampir tidak bisa ditentukan dengan pasti kapan mulainya kebangkitan nasional tersebut (Daniel Dhakidae), kemunculannya tanpa disadari oleh rakyat Indonesia.
Maka, baik Budi Utomo ataupun Sarikat Islam tidak bisa dijadikan patokan mulainya proses Kebangkitan Nasional, karna sebuah proses memerlukan waktu, dan kebangkitan nasional yang merupakan proses kebangsaan tidaklah berlangsung dalam waktu satu hari, tetapi secara bertahap dan memerlukan proses yang sangat lama.
Akan tetapi, penetapan hari Peringatan Kebangkitan Nasional tetap perlu dilakukan, walaupun hanya untuk tujuan administratif dan birokratif saja (Daniel Dhakidae) . Artinya kebangkitan nasional tidak dimulai pada tanggal tersebut, tetapi penetapan ini perlu dilakukan dengan tujuan yang lebih berorientasi kepada pentingnya merayakan peringatan kebangkitan nasional untuk mengenang dan memahami bagaimana proses terbentuknya rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Inonesia.
Masyarakat Indonesia yang tadinya terpecah-belah dalam kesukuan di daerahnya masing-masing menjadi terintegrasi karna merasa adanya persamaan nasib dan budaya. Proses integrasi yang bermula dari adanya penerapan politok etis yang dicetuskan olen Van De Venter (irigasi, edukasi dan migrasi), yaitu politik balas budi bangsa penjajah terhadap rakyat Indonesia atas kekayaan alam dan tenaganya yang diambil oleh bangsa penjajah, akhirnya menyadarkan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia akan pentingnya menjalin persatuan dan kesatuan, menghimpun dan menyatukan kekuatan melawan penjajahan bangsa kolonial pada saat itu, serta menguatkan rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.
Budi Utomo dan Sarikat Islam adalah organisasi awal yang pada saat itu muncul yang sama-sama peduli akan nasib bangsa Indonesia yang teraniyaya. Budi Utomo (BU) adalah organisasi yang didirikan oleh pelajar, terutama pelajar STOVIA, dengan tujuan awalnya yaitu memajukan masyarakat Hindia-Belanda (Indonesia).. Namun, ruang lingkupnya masih sebatas untuk kemajuan wilayah Jawa dan Madura.
Hal ini terlihat dalam pasal 2 Anggaran Dasar BU, yaitu “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis”. Sedangkan Sarikat Islam, berawal dari dibentuknya organisasi Sarikat Dagang Islam (SDI) pada tanggal 16 Oktober 1905, yang tujuan utama awal pendiriannya adalah memajukan perdagangan dan melawan monopoli perdagangan cina, serta memajukan agama Islam, yang anggotanya masih sebatas para pedagang Islam di seluruh wilayah di Indinesia.
SDI kemudian berubah menjadi Sarikat Islam (SI) pada tahun 1911, dengan merubah syarat keanggotaannya, yang tadinya hanya sebatas orang-orang yang berprofesi sebagai pedagang berubah meliputi semua profesi masyarakat Indonesia, tetapi masih mensyaratkan anggotanya beragama Islam.
Dilihat dari hari kelahiran dan ruang lingkup kedua organisasi tersebut (BU dan SI), maka muncullah tanggapan dan pendapat bahwa hari kelahiran BU kurang layak dijadikan hari peringatan Kebangkitan Nasional, tetapi hari kelahiran SI-lah yang lebih pantas dijadikan tonggak hari Kebangkitan Nasional tersebut, karna berbagai alasan. Seperti kelahirannya yang telah 3 tahun didahului oleh SDI, yang juga didirikan atas semangat nasionalisme, semangat untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia saat itu; ruang lingkup perjuangan dan keanggotaan organisasi BU yang hanya sebatas untuk orang Jawa dan Madura, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai organisasi yang bersifat nasional.
Sedangkan arti Kebangkitan Nasional sendiri mengacu pada ruang lingkup yang menyeluruh, dalam hal ini kebangkitan dari dan untuk seluruh rakyat di seluruh wilayah Indonesia, sehingga BU masih bersifat kesukuan, tidak nasionalis-tidak mencakup seluruh wilayah di Indonesia.
Hal ini lebih kepada SI yang ruang lingkup perjuangan dan keanggotaannya mengacu pada seluruh wilayah Indonesia, karna mencakup seluruh wilayah di Indonesia walaupun masih sebatas untuk orang Islam, sehingga SI lebih bersifat nasionalis daripada BU; dan beberapa alasan lainnya yang membuat SI lebih pantas mendapat predikat sebagai tonggak Kebangkitan Nasional daripada BU, seperti tokoh-tokoh BU yang sebagian besaar terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda; dibubarkannya BU pada tahun 1935 sebelum bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan 1945, sedangkan SI masih berdiri dan ikut berjuang sampai Indonesia memperoleh kemerdekaan; serta tidak adanya anggota BU yang masuk penjara dan ditembak atau menjalangi hukuman pengasingan, sedangkan anggota SI banyak yang dimasukkan ke penjara dan ditembak mati, serta mendapat hukuman pengasingan.
Dijadikannya hari kelahiran BU, 20 mei 1908 sebagai hari peringatan Kebangkitan Nasional adalah karna BU dianggap aksi pertama adanya gerakan atau tindakan dari rakyat Indonesia untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia, berorientasi pada pemicuan semangat nasionalisme, walaupun seruan ini masih dan hanya sebatas untuk orang-orang Jawa dan Madura.
Namun, dari sinilah masyarakat di berbagai wilayah lainnya di Indonesia terilhamkan / tercetuskan dalam pikiran mereka untuk menguatkan keberanian dan tekad memperjuangkan nasib bangsa Indonesia, mulai bergerak dan berusaha dengan mendirikan organisasi-organisasi sebagai tempat perjuangan, berjuang bersama tanpa melihat asal daerah/kesukuan.
Hal ini pulalah yang mendasari perlu adanya penetapan hari peringatan Kebangkitan Nasional, untuk memberikan penghargaan kepada sebuah organisasi yang dianggap sebagai pemicu untuk bergerak dan berusaha, mengkongkritkan semangat memperjuangkan nasib bangsa dan rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.
Sedangkan SI yang pada awalnya adalah SDI yang memang kelahirannya lebih dulu dari BU, pada awal pendiriannya berorientasi untuk memperjuangkan nasib para pedagang Islam, melawan monopoli perdagangan yang dilakukan para pedagang Cina, baru nanti setelah SDI berubah menjadi SI orientasi perjuangan beralih untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia, tetapi perubahan ini terjadi pada tahun 1911, 3 tahun setelah BU berdiri.
Namun, melihat hari kelahiran SDI lebih dahulu dari pada BU, walaupun perjuangannya masih berorientasi pada nasib pedagang-pedagang Islam, ada kemungkinan BU juga berdiri atau terbentuk karna terilhami dari terbentuknya SDI tersebut, hanya saja perjuangannya berorientasi untuk memperjuangkan nasib dan rasa nasionalisme bangsa. Terilhami untuk mendirikan organisasi sebagai tempat perjuangan kemerdekaan atau nasib bangsa, tidak hanya sebagai tempat untuk kemajuan kelompok tertentu atau nasib kelompok tersebut.
Terlepas dari adanya perdebatan masalah hari Peringatan Kebangkitan Nasional, apakah BU atau SI yang lebih pantas dijadikan sebagai tonggak Kebangkitan Nasional, hal terpenting yang perlu disadari adalah bagaimana cara kita menyikapi makna Kebangkitan Nasional itu sendiri.
Tindakan-tindakan atau aktivitas-aktivitas apa saja yang harus kita lakukan untuk meneruskan perjuangan masyarakat Indonesia terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sehingga Kebangkitan Nasional yang sudah dirintis dengan susah payah dan mengeluarkan begitu banyak pengorbana tersebut, menjadi tidak sia-sia.
Bangsa Indonesia saat ini sedang mengahadapi begitu banyak masalah. Mengarahkan pikiran dan tindakan untuk memecahkan masala-masalah tersebut lebih baik dan efisien dalam mengisi kemerdekaan, serta memberikan manfaat yang lebih besar terhadap masyarakat Indonesia.
Berorientasi pada kesalahan masa lalu, di saat banyaknya masalah-masalah yang perlu dipecahkan yang apabila jalan keluarnya didapat bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak, yaitu masyarakat Indonesia, adalah tindakan yang kurang bijaksana melihat seberapa besar manfaat-manfaat yang bisa diambil dari setiap tindakan.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



September 7th, 2008 at 9:07 am
saya sendiri cenderung pada teori yang mengaitkan kebangkitan nasional. karena lebih logis juga karena sama dengan ultah saya … wkakakaka *gak nyambung*