Text Link Ads

Pahami Perbedaan demi Persatuan

Oleh AM. Hamsin Fitriyadi
Nomor Peserta 046

Sebenarnya apa yang sering kita perhatikan saat sekarang bukanlah suatu hal yang asing dalam fenomena bangsa Indonesia, mengingat bangsa kita sangat kaya dengan beraneka ragam macam perbedaan. Setiap masyarakat tertentu dalam bangsa Indonesia memiliki perbedaan, baik dari etnis dan berbeda pula budayanya masing-masing. Dengan adanya perbedaan ini menyebabkan adanya kemajemukan budaya dalam bangsa yang patut diterima sebagai rahmat sang pencipta. Oleh karena itu dengan adanya kemajemukan tersebut perlu di syukuri, di pelihara dan dipertahankan sebagai kekayaan khas yang dimiliki bangsa ini.
 
Harus diakui pula bahwa dalam perbedaan tersebut mengandung potensi yang dengan mudah dapat dijelmakan menjadi permusuhan dan pertentangan. Sejalan dengan itu berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara hukum, maka sepatutnya perwujudan demokrasi dan keadilan benar-benar harus ditegakkan demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat yang bersatu.  Semakin aman dan sejahtera masyarakat yang menikmati  keadilan dalam berdemokrasi semakin kokohlah pula persatuan bangsa ini.
 
Dalam hubungannya dengan kehidupan sosial, khususnya dengan adanya perbedaan  komunitas etnis tertentu tak mungkin hidup mandiri, karena satu sama lain adalah mempunyai sikap saling tergantung, saling membutuhkan dan juga hidup saling berinteraksi diantara sesama yang berbeda. Oleh karena itu masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis kelompok masyarakat harus memiliki sifat  saling menghargai, saling peduli dan saling melindungi demi keutuhan persatuan dan demi menjaga semakin kokohnya persatuan.
 
Indonesia merupakan sebagai negara yang memiliki hamparan lautan yang luas dan di taburi oleh berbagai kepulauan,  hadir dalam sebuah wujud perbedaan dan kemajemukan  komunitas etnis dan budaya-budaya etnis lokal. Perbedaan letak geografis dengan fauna dan flora yang berbeda menjadi tumpuan komunitas etnis dan budaya yang berbeda pula. Oleh sebab itu secara ideologis-politik komunitas etnis dengan kemajemukan  budayanya di satukan dalam sebuah semboyan bhinneka tunggal ika. Semboyan tersebut pada dasarnya bertujuan sebagai upaya pengembangan berbagai budaya nusantara di bawah payung budaya nasional pancasila yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan  dalam wujud persatuan nasional Indonesia.
 
Kita sebagai rakyat dan bangsa Indonesia saat ini  sedang berada dalam suatu kondisi keterpurukan, yang pada dasarnya hal ini memberi pemahaman yang jelas pada kita tentang gagalnya bangsa ini memberlakukan perbedaan dan kemajemukan budaya sebagai anugrah sang pencipta dan kekuatan untuk membangun persatuan nasional melalui perwujudan nilai keadilan. Ternyata saat sekarang ideologis kita gagal menegakkan keadilan di dalam berdemokrasi, demokrasi dan keadilan sebagai substansi nilai yang dapat menciptakan persatuan antara warga, kelompok dan komunitas masyarakat nusantara gagal diwujudkan dan ditegakkan

Tanpa keadilan, demokrasi  dapatlah kita katakan hanya sebuah kata sederhana hampa tanpa bermakna. Dengan demikian pada kehidupan sekarang tak jarang atas nama demokrasi, kekuasaan dikelola secara tidak adil. Ironisnya lagi pada saat ini bukanlah demokrasi yang benar-benar diwujudkan melainkan hanyalah sebagai kiasan demokrasi semata sehingga secara langsung persatuan  hanyalah persatuan semu.
 
Jika bangsa Indonesia saat ini sudah  mengalami berbagai persoalan yang berat dan kehancuran, yang parah lagi terjadi pada kekayaan tanah air semakin  terkuras oleh pelahapnya dan hanya sebagian orang beruntung. Dibalik itu, terdapat para warga dan kelompok yang menghuni negara ini kehilangan kasih pada sesama, tidak saling peduli, tidak saling bantu dan memperjuangkan serta mengutamakan kepentingan sendiri. Selain itu juga tak jarang pada saat ini  berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa.
 
Disamping itu juga bangsa kita diwarnai juga dengan masih merajalelanya kejahatan korupsi, masih maraknya keberpihakan kelompok dalam sistem kekerabatan (nepotisme) dan kepentingan kawan, salah urus negara, salah urus rakyat, birokrasi yang cenderung tidak melayani melainkan menuntut pelayanan dan pengelolaan politik yang semakin menjurus pada usaha penumpukan kuasa dan materi.  Pada dasarnya  kejahatan tersebut bertentangan dengan kemanusian dan keadilan yang pada dasarnya menghancurkan seluruh masyarakat Indonesia.

Selain  itu juga pada saat ini terdapat  pamer kemewahan oleh orang yang memiliki kelebihan, banyak harta, terdapat kemiskinan, kemeralatan dan kesengsaraan rakyat. Dari penjelasan tersebut dapat lah kita katakan bangsa Indonesia saat ini ini  menunjukkan jauhnya masyarakat dari keadilan.
 
Mengakhiri sebuah tulisan sederhana ini, kehidupan komunitas etnis nusantara yang hidup di atas geografis alam yang berbeda-beda merupakan kekuatan yang ampuh sebagai penopang persatuan nasional. Dengan alasan tersebut semakin majunya perubahan yang dialami bangsa Indonesia bila dengan persatuan tidak akan menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan jati dirinya. Meskipun untuk maju saat ini bangsa kita sering dihambat oleh berbagai faktor yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk.


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

AddThis Social Bookmark Button

Leave a Reply