<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Go Lomba: 100 Tahun Kebangkitan Nasional</title>
	<atom:link href="http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/</link>
	<description># sebuah portal tempat belajar #</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 13:17:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Sanford Solis</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-678</link>
		<dc:creator>Sanford Solis</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 22:12:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-678</guid>
		<description>m9w7h7r2xhn2xwe5</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>m9w7h7r2xhn2xwe5</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: azzahra</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-623</link>
		<dc:creator>azzahra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 12:10:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-623</guid>
		<description>mo jadiin sesuatu yang menarik ehhhhh malah panjang bngt</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mo jadiin sesuatu yang menarik ehhhhh malah panjang bngt</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: azzahra</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-622</link>
		<dc:creator>azzahra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 12:10:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-622</guid>
		<description>banyak banget bisa nga di singkatin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>banyak banget bisa nga di singkatin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ispriyahadi</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-405</link>
		<dc:creator>ispriyahadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:57:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-405</guid>
		<description>MEMBUMIKAN INDONESIA BANGKIT
Oleh: Heri Ispriyahadi
Nama Blognya: http://hervirpat.multiply.com dan http://herivirpati.blogspot.com.

	Bangkit itu tidak ada….tidak ada kata putus asa dan kata menyerah. Salah satu penggalan puisi bangkit yang dibacakan Deddy Mizwar terasa menohok relung hati kita. Bulu kuduk ini serasa berdiri saat menyimak kata demi kata yang disuarakan dengan intonasi pelan sampai menggelegar dari aktor pemeran Naga Bonar tersebut. Puisi yang ditulis dari negatif ke tindakan yang positif menyadarkan diri kita bahwa masih banyak persoalan yang mendera bangsa kita. Sudah lama bangsa ini mengalami keterpurukan. Namun sudah lama pula kita tidak mampu keluar dari permasalahan tersebut. Hanya satu kata yang wajib kita lakukan yaitu ”Bangkit”. 

Peringatan hari kebangkitan nasional 20 Mei 2008 hendaknya dijadikan momentum awal kebangkitan bangsa Indonesia. Slogan Indonesia bangkit telah dicanangkan dengan gegap gempita di stadion Gelora Bung Karno memperingati 100 tahun hari kebangkitan nasional. Slogan itu hendaknya jangan hanya manis di mulut namun harus diwujudkan menjadi kekuatan dasyat mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain.

	Selama kurun waktu 53 tahun sejak merdeka, bangsa Indonesia terus berusaha membangun. Sudah enam presiden memimpin negeri ini. Dari orde baru ke orde lama sampai dengan orde reformasi mengawal pembangunan di Indonesia. Demokrasi yang dipasung selama dibawah kepemimpinan orde lama maupun baru sudah mendapat ruang yang lebih leluasa. Otonomi daerah dan sistim pemilihan kepala daerah yang langsung dipilih oleh rakyat wujud dari demokrasi tersebut. Namun euforia demokrasi dilakukan secara berlebihan. 

 Demontrasi marak terjadi dimana-mana. Kalah dalam pilkada, ingin menjatuhkan lawan politik, memprotes berbagai kebijakan pemerintah atau masalah lain adalah berbagai permasalahan di belakang maraknya demonstrasi. Ironisnya, demonstrasi kadang dibarengi dengan tindakan yang anarkis. Sejumlah kantor pemerintah dibakar, perkelahian antar pendukung dan tindakan anarkis lainnya menjadi potret buram dari pelaksanaan demokrasi yang kebablasan. Kesemuanya ini menunjukkan masih belum siap dan dewasanya rakyat  berpolitik.

	Pembangunan di bidang ekonomi juga belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ekonomi yang tumbuh 6,32 % dan laju inflasi 6,59% masih dibawah  target yang ditetapkan pemerintah di 2007 belum banyak dirasakan oleh masyarakat luas. Angka indikator yang mengesankan tersebut tidak tercermin di kehidupan sehari-hari. Angka kemiskinan dan pengangguran terus bertambah. Harga-harga terus merangkak naik yang dipicu meroketnya harga minyak dan komoditi pangan. Daya beli masyarakat semakin menurun. Konsumsi masyarakat yang menurun memukul sektor industri. Omset penjualan industri terus menurun. Akibat tidak mampu menutup kerugian, satu demi satu pabrik-pabrik tersebut gulung tikar. Yang paling menderita tentu kaum buruh yang harus kehilangan mata pencahariannya. Angka kemiskinan  dan penggangguran semakin meningkat.

	Kinerja ekonomi Indonesia saat ini jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga. Singapura dan Malaysia telah lama meninggalkan kita.  Padahal dahulu di awal kemerdekaan Malaysia berguru dengan kita. Banyak kalangan pendidik dikirim kenegeri Jiran tersebut untuk mengajar. Demikian pula  beberapa pemimpin yang duduk di pemerintahan Malaysia saat ini  pernah menimba ilmu di universitas-universitas di Indonesia. Keberhasilan pembangunan di Malaysia karena memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia sebagi ujung tombak pembangunan. 
Kinerja konomi yang tertinggal dan sistim politik yang tidak stabil membuat Indonesia menjadi macan ompong di tataran ASEAN. Singapura, Malaysia dan Thailand saat ini saling berebut untuk menjadi pemimpin di forum ini. 

Padahal dahulu, Indonesia sangat disegani di ASEAN. Bahkan di tataran yang lebih luas seperti APEC, Non-Blok maupun forum internasional lainnya nama Indonesia masih diperhitungkan. Namun dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit wibawa Indonesia terkikis. Prestasi di bidang olahraga juga menyedihkan. Indonesia dahulu begitu perkasa di ajang SEA Games dengan menyandang  juara umum beberapa kali.Saat ini gelar tersebut jauh dari jangkauan kita. Dominasi kita di bulutangkis juga sudah disalip oleh China. Piala Thomas dan Uber Cup sudah lama tidak singgah di negeri tercinta ini.

Sangat menyedihkan melihat kenyataan-kenyataan ini. Bangsa Indonesia yang  memiliki sumber daya alam luar biasa besarnya ternyata tidak dapat memanfatkan kekayaan alamnya tesebut. Sangat ironis, bukan kita yang menikmati manisnya sumber daya alam yang berlimpah malah justru para investor-investor asing yang mengeruk kekayaan kita. Exxon, Freeport dan Caltex  adalah beberapa nama investor asing yang berpesta pora menikmati gurihnya kekayaaan alam Indonesia. 

Eksplorasi yang berlebihan menyebabkan kerusakan dimana-mana. Hutan gundul, pencemaran air, laut dan udara menjadi pemandangan umum. Akibatnya musibah bencana alam banjir, tanah longsor dan hilangnya habitat satwa langka tak terhindarkan. Parahnya instansi yang seharusnya steril dari kepemilikan asing juga mulai diobok-obok. Saat ini mayoritas kepemilikan saham Indosat dimiliki Singapura. Demikian perbankan asing juga sudah mulai mendominasi kepemilikan di perbankan domestik. Kesemuanya ini menjadikan kita seolah-olah bekerja di negara lain.

Momentum peringatan kebangkitan nasional saat ini harus kita jadikan pijakan awal kebangkitan kita. Indonesia harus kembali lagi menjadi bangsa besar dan disegani. Paling  tidak ditataran ASEAN kita harus mulai unjuk gigi. Perubahan harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan. Bangkit, bangkit..dan bangkit harus menjadi peluru kita untuk mengatasi berbagai permasalahan. Pemerintah, parlemen, akademisi, pengusaha, aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat lainnya harus bahu membahu untuk membangun negeri tercinta ini. Setidaknya mulailah dari diri kita untuk memperbaiki diri, kemudian keluarga, masyarakat dan akhirnya pada negeri tercinta ini. Kalau setiap insan Indonesia berpikir dan bertindak seperti ini sudah dipastikan bangsa ini akan dapat mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang makmur. 

Kunci untuk menuju sukses adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Malaysia telah membuktikan hal tersebut. Dikuranginya subsidi pendidikan telah menjadikan pendidikan saat ini semakin mahal. Sulit sekarang bagi anak-anak dari golongan kaum menengah kebawah dapat melanjutkan  ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Dengan pengurangaan subsidi menyebabkan kalangan perguruan tinggi negeri juga berlomba-lomba menarik dana yang sebesar-besarnya dari mahasiswa. Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut maka bagi anak-anak dari kalangan petani miskin hanyalah mimpi untuk menjadi dokter atau ”tukang insinyur”. Untuk diterima di fakultas kedokteran puluhan sampai ratusan juta rupiah harus dibayarkan mahasiswa baru. Sudah saatnya pemerintah meninjau ulang kebijakan pengurangan subsidi ini. Kalau perlu pemerintah melakukan pengurangan anggaran di tempat lain untuk menambah subsidi pendidikan. Anggaran untuk pendidikan harus mendapatkan porsi yang besar kalau pemerintah ingin Indonesia menjadi bangsa yang maju.

	Selain itu korupsi yang merajalela dan penegakan hukum yang mandul harus dibabat tuntas seakar-akarnya. Sudah menjadi rahasia umum Indonesia menduduki ranking tinggi untuk korupsi baik di lingkup regional maupun dunia Bahaya korupsi sangat merugikan bagi pembangunan di negeri ini. Demikian juga geliat politik yang tidak stabil harus dikendalikan. Selain permasalahan lainnya, kedua hal tersebut berkontribusi besar menyebabkan hengkangnya sejumlah investor asing. Sony Electronic, Aiwa, Nike dan Gillette memindahkan usahanya ke Malaysia dan Vietnam akibat iklim investasi yang tidak kondusif. Kesemuanya itu menjadi potret buram Indonesia berdampak negatif bagi pembangunan.

 Sudah saatnya supremasi hukum harus ditegakkan untuk menanggulangi kejahatan korupsi ini. Kalau perlu hukuman berat dijatuhkan bagi pelaku korupsi. Di China tidak ada ampun lagi bagi pelaku korupsi. Mereka dihukum mati di hadapan masyarakat. Efek jera terbukti sangat ampuh mengurangi tindak kejahatan korupsi. 

	Marilah kita bersama-sama membumikan slogan Indonesia bangkit. Mewujudkan slogan tersebut dengan tindakan nyata untuk bangkit dari berbagai keterpurukan. Dengan demikian tidak sia-sia pemerintah mengeluarkan biaya yang sangat besar pada saat mencanangkan Indonesia bangkit. Tulisan ini ditutup dengan potongan terakhir puisi bangkit Deddy Mizwar yaitu Bangkit  itu aku.....untuk Indonesia. Semoga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MEMBUMIKAN INDONESIA BANGKIT<br />
Oleh: Heri Ispriyahadi<br />
Nama Blognya: <a href="http://hervirpat.multiply.com" rel="nofollow">http://hervirpat.multiply.com</a> dan <a href="http://herivirpati.blogspot.com" rel="nofollow">http://herivirpati.blogspot.com</a>.</p>
<p>	Bangkit itu tidak ada….tidak ada kata putus asa dan kata menyerah. Salah satu penggalan puisi bangkit yang dibacakan Deddy Mizwar terasa menohok relung hati kita. Bulu kuduk ini serasa berdiri saat menyimak kata demi kata yang disuarakan dengan intonasi pelan sampai menggelegar dari aktor pemeran Naga Bonar tersebut. Puisi yang ditulis dari negatif ke tindakan yang positif menyadarkan diri kita bahwa masih banyak persoalan yang mendera bangsa kita. Sudah lama bangsa ini mengalami keterpurukan. Namun sudah lama pula kita tidak mampu keluar dari permasalahan tersebut. Hanya satu kata yang wajib kita lakukan yaitu ”Bangkit”. </p>
<p>Peringatan hari kebangkitan nasional 20 Mei 2008 hendaknya dijadikan momentum awal kebangkitan bangsa Indonesia. Slogan Indonesia bangkit telah dicanangkan dengan gegap gempita di stadion Gelora Bung Karno memperingati 100 tahun hari kebangkitan nasional. Slogan itu hendaknya jangan hanya manis di mulut namun harus diwujudkan menjadi kekuatan dasyat mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain.</p>
<p>	Selama kurun waktu 53 tahun sejak merdeka, bangsa Indonesia terus berusaha membangun. Sudah enam presiden memimpin negeri ini. Dari orde baru ke orde lama sampai dengan orde reformasi mengawal pembangunan di Indonesia. Demokrasi yang dipasung selama dibawah kepemimpinan orde lama maupun baru sudah mendapat ruang yang lebih leluasa. Otonomi daerah dan sistim pemilihan kepala daerah yang langsung dipilih oleh rakyat wujud dari demokrasi tersebut. Namun euforia demokrasi dilakukan secara berlebihan. </p>
<p> Demontrasi marak terjadi dimana-mana. Kalah dalam pilkada, ingin menjatuhkan lawan politik, memprotes berbagai kebijakan pemerintah atau masalah lain adalah berbagai permasalahan di belakang maraknya demonstrasi. Ironisnya, demonstrasi kadang dibarengi dengan tindakan yang anarkis. Sejumlah kantor pemerintah dibakar, perkelahian antar pendukung dan tindakan anarkis lainnya menjadi potret buram dari pelaksanaan demokrasi yang kebablasan. Kesemuanya ini menunjukkan masih belum siap dan dewasanya rakyat  berpolitik.</p>
<p>	Pembangunan di bidang ekonomi juga belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ekonomi yang tumbuh 6,32 % dan laju inflasi 6,59% masih dibawah  target yang ditetapkan pemerintah di 2007 belum banyak dirasakan oleh masyarakat luas. Angka indikator yang mengesankan tersebut tidak tercermin di kehidupan sehari-hari. Angka kemiskinan dan pengangguran terus bertambah. Harga-harga terus merangkak naik yang dipicu meroketnya harga minyak dan komoditi pangan. Daya beli masyarakat semakin menurun. Konsumsi masyarakat yang menurun memukul sektor industri. Omset penjualan industri terus menurun. Akibat tidak mampu menutup kerugian, satu demi satu pabrik-pabrik tersebut gulung tikar. Yang paling menderita tentu kaum buruh yang harus kehilangan mata pencahariannya. Angka kemiskinan  dan penggangguran semakin meningkat.</p>
<p>	Kinerja ekonomi Indonesia saat ini jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga. Singapura dan Malaysia telah lama meninggalkan kita.  Padahal dahulu di awal kemerdekaan Malaysia berguru dengan kita. Banyak kalangan pendidik dikirim kenegeri Jiran tersebut untuk mengajar. Demikian pula  beberapa pemimpin yang duduk di pemerintahan Malaysia saat ini  pernah menimba ilmu di universitas-universitas di Indonesia. Keberhasilan pembangunan di Malaysia karena memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia sebagi ujung tombak pembangunan.<br />
Kinerja konomi yang tertinggal dan sistim politik yang tidak stabil membuat Indonesia menjadi macan ompong di tataran ASEAN. Singapura, Malaysia dan Thailand saat ini saling berebut untuk menjadi pemimpin di forum ini. </p>
<p>Padahal dahulu, Indonesia sangat disegani di ASEAN. Bahkan di tataran yang lebih luas seperti APEC, Non-Blok maupun forum internasional lainnya nama Indonesia masih diperhitungkan. Namun dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit wibawa Indonesia terkikis. Prestasi di bidang olahraga juga menyedihkan. Indonesia dahulu begitu perkasa di ajang SEA Games dengan menyandang  juara umum beberapa kali.Saat ini gelar tersebut jauh dari jangkauan kita. Dominasi kita di bulutangkis juga sudah disalip oleh China. Piala Thomas dan Uber Cup sudah lama tidak singgah di negeri tercinta ini.</p>
<p>Sangat menyedihkan melihat kenyataan-kenyataan ini. Bangsa Indonesia yang  memiliki sumber daya alam luar biasa besarnya ternyata tidak dapat memanfatkan kekayaan alamnya tesebut. Sangat ironis, bukan kita yang menikmati manisnya sumber daya alam yang berlimpah malah justru para investor-investor asing yang mengeruk kekayaan kita. Exxon, Freeport dan Caltex  adalah beberapa nama investor asing yang berpesta pora menikmati gurihnya kekayaaan alam Indonesia. </p>
<p>Eksplorasi yang berlebihan menyebabkan kerusakan dimana-mana. Hutan gundul, pencemaran air, laut dan udara menjadi pemandangan umum. Akibatnya musibah bencana alam banjir, tanah longsor dan hilangnya habitat satwa langka tak terhindarkan. Parahnya instansi yang seharusnya steril dari kepemilikan asing juga mulai diobok-obok. Saat ini mayoritas kepemilikan saham Indosat dimiliki Singapura. Demikian perbankan asing juga sudah mulai mendominasi kepemilikan di perbankan domestik. Kesemuanya ini menjadikan kita seolah-olah bekerja di negara lain.</p>
<p>Momentum peringatan kebangkitan nasional saat ini harus kita jadikan pijakan awal kebangkitan kita. Indonesia harus kembali lagi menjadi bangsa besar dan disegani. Paling  tidak ditataran ASEAN kita harus mulai unjuk gigi. Perubahan harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan. Bangkit, bangkit..dan bangkit harus menjadi peluru kita untuk mengatasi berbagai permasalahan. Pemerintah, parlemen, akademisi, pengusaha, aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat lainnya harus bahu membahu untuk membangun negeri tercinta ini. Setidaknya mulailah dari diri kita untuk memperbaiki diri, kemudian keluarga, masyarakat dan akhirnya pada negeri tercinta ini. Kalau setiap insan Indonesia berpikir dan bertindak seperti ini sudah dipastikan bangsa ini akan dapat mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang makmur. </p>
<p>Kunci untuk menuju sukses adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Malaysia telah membuktikan hal tersebut. Dikuranginya subsidi pendidikan telah menjadikan pendidikan saat ini semakin mahal. Sulit sekarang bagi anak-anak dari golongan kaum menengah kebawah dapat melanjutkan  ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Dengan pengurangaan subsidi menyebabkan kalangan perguruan tinggi negeri juga berlomba-lomba menarik dana yang sebesar-besarnya dari mahasiswa. Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut maka bagi anak-anak dari kalangan petani miskin hanyalah mimpi untuk menjadi dokter atau ”tukang insinyur”. Untuk diterima di fakultas kedokteran puluhan sampai ratusan juta rupiah harus dibayarkan mahasiswa baru. Sudah saatnya pemerintah meninjau ulang kebijakan pengurangan subsidi ini. Kalau perlu pemerintah melakukan pengurangan anggaran di tempat lain untuk menambah subsidi pendidikan. Anggaran untuk pendidikan harus mendapatkan porsi yang besar kalau pemerintah ingin Indonesia menjadi bangsa yang maju.</p>
<p>	Selain itu korupsi yang merajalela dan penegakan hukum yang mandul harus dibabat tuntas seakar-akarnya. Sudah menjadi rahasia umum Indonesia menduduki ranking tinggi untuk korupsi baik di lingkup regional maupun dunia Bahaya korupsi sangat merugikan bagi pembangunan di negeri ini. Demikian juga geliat politik yang tidak stabil harus dikendalikan. Selain permasalahan lainnya, kedua hal tersebut berkontribusi besar menyebabkan hengkangnya sejumlah investor asing. Sony Electronic, Aiwa, Nike dan Gillette memindahkan usahanya ke Malaysia dan Vietnam akibat iklim investasi yang tidak kondusif. Kesemuanya itu menjadi potret buram Indonesia berdampak negatif bagi pembangunan.</p>
<p> Sudah saatnya supremasi hukum harus ditegakkan untuk menanggulangi kejahatan korupsi ini. Kalau perlu hukuman berat dijatuhkan bagi pelaku korupsi. Di China tidak ada ampun lagi bagi pelaku korupsi. Mereka dihukum mati di hadapan masyarakat. Efek jera terbukti sangat ampuh mengurangi tindak kejahatan korupsi. </p>
<p>	Marilah kita bersama-sama membumikan slogan Indonesia bangkit. Mewujudkan slogan tersebut dengan tindakan nyata untuk bangkit dari berbagai keterpurukan. Dengan demikian tidak sia-sia pemerintah mengeluarkan biaya yang sangat besar pada saat mencanangkan Indonesia bangkit. Tulisan ini ditutup dengan potongan terakhir puisi bangkit Deddy Mizwar yaitu Bangkit  itu aku&#8230;..untuk Indonesia. Semoga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ispriyahadi</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-403</link>
		<dc:creator>ispriyahadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:49:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-403</guid>
		<description>Mohon informasinya tulisan saya yang berjudul "membumikan Indonesia bangkit" untuk berpartisipasi dalam lomba 100 tahun kebangkitan nasional kok belum ditampilan dalam daftar peserta lomba? Naskah saya kirimkan tanggal 11 Juli 2008.

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam
Heri Ispriyahadi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon informasinya tulisan saya yang berjudul &#8220;membumikan Indonesia bangkit&#8221; untuk berpartisipasi dalam lomba 100 tahun kebangkitan nasional kok belum ditampilan dalam daftar peserta lomba? Naskah saya kirimkan tanggal 11 Juli 2008.</p>
<p>Terima kasih atas perhatiannya.</p>
<p>Salam<br />
Heri Ispriyahadi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bagus al haqq</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-396</link>
		<dc:creator>bagus al haqq</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 11:36:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-396</guid>
		<description>askum
 kok naskah saya belum di posting ?
judul naskah saya 
"kado dari pemerintah dan rakyat"
wass</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>askum<br />
 kok naskah saya belum di posting ?<br />
judul naskah saya<br />
&#8220;kado dari pemerintah dan rakyat&#8221;<br />
wass</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: GO LOMBA: 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL &#171; Minifebrianti&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-388</link>
		<dc:creator>GO LOMBA: 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL &#171; Minifebrianti&#8217;s Weblog</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 06:58:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-388</guid>
		<description>[...] Mini febrianti Says: May 29th, 2008 at 7:57 am [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Mini febrianti Says: May 29th, 2008 at 7:57 am [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fien prasetyo</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-382</link>
		<dc:creator>fien prasetyo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 08:12:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-382</guid>
		<description>naskah lomba hrs dikrm via email kan ? kok naskah sy blm tertayang di dftar peserta ya ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>naskah lomba hrs dikrm via email kan ? kok naskah sy blm tertayang di dftar peserta ya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Randy Ahmad</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-380</link>
		<dc:creator>Randy Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 16:29:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-380</guid>
		<description>BANGKIT MELAWAN DIRI SENDIRI

1OO tahun silam tepatnya tanggal 20 mei 1908 berdiri organisasi Boedi Oetomo yang dianggap sebagai awal kebangkitan nasional. Saat itu rasa persatuan dan kesatuan masih lemah. Tapi rasa nasionalisme sudah mulai tumbuh di setiap jiwa kaum pelajar yang merupakan cikal bakal tokoh-tokoh bangsa yang nantinya berusaha memerdekakan dan melepaskan bangsa ini dari tangan penjajah. 20 tahun kemudian diselenggarakan kongres sumpah pemuda yang menjadi tanda bersatunya seluruh pemuda dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Tidak lama setelah itu pada tanggal 17 Agustus 1945 apa yang menjadi cita-cita tokoh-tokoh bangsa menjadi kenyataan yaitu mencapai kemerdekaan. Seluruh rakyat menyambut gembira momen tersebut.
Tapi setelah 63 tahun kemerdekaan bangsa dan juga bertepatan 100 tahun hari kebangkitan nasional, kondisi bangsa Indonesia belum bisa dikatakan baik. Indonesia terbelit banyak masalah yang kompleks seperti masalah utang negara yang jatuh tempo, tingkat kesejahteraan rakyat yang masih rendah, pengangguran dimana-mana, dan masalah lain-lainnya. Kondisi ini diperparah lagi dengan mulai lunturnya semangat nasionalisme pada diri setiap pemuda-pemudi yang merupakan generasi penerus bangsa. Masih belum hilang dari ingatan kita bagaimana organisasi separatis GAM dulu pernah berusaha memisahkan Aceh dari NKRI. Belum lagi jika kita melihat peristiwa yang baru-baru ini terjadi seperti peristiwa serangan FPI kepada Aliansi Kebebasan Beragama di sekitar Monas. Kemudian sekelompok orang yang mengatasnamakan pembela Islam mengecam dan menuntut FPI untuk dibubarkan karena dianggap membuat buruk citra Islam. Peristiwa tersebut menandakan bangsa ini mulai terjadi perpecahan sebagai akibat dari lemahnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Saling serang terhadap saudara sendiri menjadi pemandangan sehari-hari.
Kondisi ini akan sangat berbahaya sekali karena akan membuat lemah ketahanan nasional bangsa kita. Apabila kita lemah maka kita akan mudah diserang oleh bangsa lain dan tidak mustahil kita akan dijajah kembali seperti yang dialami oleh negara Irak saat ini. Untuk itu kita harus mulai berbenah mulai dari diri kita sendiri. Mari kita tanamkan kembali kedalam jiwa kita rasa persatuan dan kesatuan serta rasa saling bersaudara agar tidak terjadi lagi saling serang yang dapat menumbuhkan benih perpecahan. Bertepatan dengan 100 tahun kebangkitan nasional ini kita jadikan momen kebangkitan kita dengan mulai dari diri sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BANGKIT MELAWAN DIRI SENDIRI</p>
<p>1OO tahun silam tepatnya tanggal 20 mei 1908 berdiri organisasi Boedi Oetomo yang dianggap sebagai awal kebangkitan nasional. Saat itu rasa persatuan dan kesatuan masih lemah. Tapi rasa nasionalisme sudah mulai tumbuh di setiap jiwa kaum pelajar yang merupakan cikal bakal tokoh-tokoh bangsa yang nantinya berusaha memerdekakan dan melepaskan bangsa ini dari tangan penjajah. 20 tahun kemudian diselenggarakan kongres sumpah pemuda yang menjadi tanda bersatunya seluruh pemuda dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Tidak lama setelah itu pada tanggal 17 Agustus 1945 apa yang menjadi cita-cita tokoh-tokoh bangsa menjadi kenyataan yaitu mencapai kemerdekaan. Seluruh rakyat menyambut gembira momen tersebut.<br />
Tapi setelah 63 tahun kemerdekaan bangsa dan juga bertepatan 100 tahun hari kebangkitan nasional, kondisi bangsa Indonesia belum bisa dikatakan baik. Indonesia terbelit banyak masalah yang kompleks seperti masalah utang negara yang jatuh tempo, tingkat kesejahteraan rakyat yang masih rendah, pengangguran dimana-mana, dan masalah lain-lainnya. Kondisi ini diperparah lagi dengan mulai lunturnya semangat nasionalisme pada diri setiap pemuda-pemudi yang merupakan generasi penerus bangsa. Masih belum hilang dari ingatan kita bagaimana organisasi separatis GAM dulu pernah berusaha memisahkan Aceh dari NKRI. Belum lagi jika kita melihat peristiwa yang baru-baru ini terjadi seperti peristiwa serangan FPI kepada Aliansi Kebebasan Beragama di sekitar Monas. Kemudian sekelompok orang yang mengatasnamakan pembela Islam mengecam dan menuntut FPI untuk dibubarkan karena dianggap membuat buruk citra Islam. Peristiwa tersebut menandakan bangsa ini mulai terjadi perpecahan sebagai akibat dari lemahnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Saling serang terhadap saudara sendiri menjadi pemandangan sehari-hari.<br />
Kondisi ini akan sangat berbahaya sekali karena akan membuat lemah ketahanan nasional bangsa kita. Apabila kita lemah maka kita akan mudah diserang oleh bangsa lain dan tidak mustahil kita akan dijajah kembali seperti yang dialami oleh negara Irak saat ini. Untuk itu kita harus mulai berbenah mulai dari diri kita sendiri. Mari kita tanamkan kembali kedalam jiwa kita rasa persatuan dan kesatuan serta rasa saling bersaudara agar tidak terjadi lagi saling serang yang dapat menumbuhkan benih perpecahan. Bertepatan dengan 100 tahun kebangkitan nasional ini kita jadikan momen kebangkitan kita dengan mulai dari diri sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ganjar Muttaqin</title>
		<link>http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/comment-page-1/#comment-367</link>
		<dc:creator>Ganjar Muttaqin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 07:03:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2008/04/11/go-lomba-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comment-367</guid>
		<description>100 tahun kebangkitan nasional 
KEBANGKITAN???
BBM terus meninggi, susu tak terbeli
Orang pintar tarik subsidi, anak kita kurang gizi

Penggalan bait lagu diatas yang di senandungkan oleh Iwan Fals sangat menggambarkan keadaan Negara kita sekarang ini, krisis pangan, krisis ekonomi, krisis kepercayaan sampai krisis harga diri. Merupakan cerminan krisis multi dimensi dewasa sekarang ini, memang keadaan bangsa Indonesia sampai hari ini tak tahu mau dibawa kemana rimbanya maju nggak, mundur juga nggak, kalau stagnan MUNGKIN.
Dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional yang acara puncaknya di adakan di Istora Bung Karno yang dihadiri oleh Presiden RI dan Wapres RI  dan juga di hadiri oleh jajaran menteri serta tokoh-tokoh nasional bangsa Indonesia, gegap gempita, tata lampu yang meriah, berjuta kembang api, sorak sorai bersahutan, berjuta bendera sampai ribuan penari dan pendukung acara juga memeriahkan acara 100 tahun kebangkitan nasional ini.
Secara faktual acara ini sukses dilaksanakan, akan tetapi menimbulkan berjuta pertanyaan. Uang siapa yang mereka pakai dalam penyelenggaraan tersebut? Tak lain dan tak bukan jawabannya adalah uang RAKYAT INDONESIA. Di tengah krisis kenaikan BBM, di tengah himpitan ekonomi alangkah teganya pemimpin kita menari-nari di atas penderitaan rakyat. Memang sah-sah saja dalam memperingati 100 tahun kebangkitan nasional kita mengadakan acara, alangkah indahnya acara tersebut jika diadakan di Istana Negara dengan sederhana dan bersahaja. Berapa uang yang di habiskan untuk honor penari? Berapa uang yang dihabiskan untuk dekorasi? Berapa uang yang dihabiskan untuk kembang api? Dan berbagai macam tetek bengek yang harus di urus dalam acara tersebut?.
Mungkin Cuma bermilyar-milyar yang di habiskan dalam acara tersebut, tetapi alangkah indahnya uang  yang bermilyar-milyar tersebut digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi bangsa dan Negara Indonesia. Hal inikah yang kita sebut sebagai 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL?
Sumber daya alam pun habis, hutan gundul, tanah pasir di keruk tetangga, batubara ludes, minyak amblas. Ada yang dikuasai oleh pihak asing, ada yang babat oleh putra-putri bangsanya sendiri. Sumber daya manusia pun runtuh oleh mahalnya pendidikan, narkoba, dan masih banyak lagi masalah yang menanti bangsa ini di depan pintu gerbang KEMERDEKAAN YANG SEMU. 
Bangkit dari keterpurukan, bangkit dari penjajahan kapitalis, bangkit dari kehancuran. Semoga dengan 100 tahun kebangkitan nasional yang telah di rayakan segenap bangsa Indonesia menampukkan harapan kepada para pemimpin-pemimpin bangsa agar menjalankan amanah dari rakyat.
Maju Indonesia ku, bangkit dari keterpurakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>100 tahun kebangkitan nasional<br />
KEBANGKITAN???<br />
BBM terus meninggi, susu tak terbeli<br />
Orang pintar tarik subsidi, anak kita kurang gizi</p>
<p>Penggalan bait lagu diatas yang di senandungkan oleh Iwan Fals sangat menggambarkan keadaan Negara kita sekarang ini, krisis pangan, krisis ekonomi, krisis kepercayaan sampai krisis harga diri. Merupakan cerminan krisis multi dimensi dewasa sekarang ini, memang keadaan bangsa Indonesia sampai hari ini tak tahu mau dibawa kemana rimbanya maju nggak, mundur juga nggak, kalau stagnan MUNGKIN.<br />
Dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional yang acara puncaknya di adakan di Istora Bung Karno yang dihadiri oleh Presiden RI dan Wapres RI  dan juga di hadiri oleh jajaran menteri serta tokoh-tokoh nasional bangsa Indonesia, gegap gempita, tata lampu yang meriah, berjuta kembang api, sorak sorai bersahutan, berjuta bendera sampai ribuan penari dan pendukung acara juga memeriahkan acara 100 tahun kebangkitan nasional ini.<br />
Secara faktual acara ini sukses dilaksanakan, akan tetapi menimbulkan berjuta pertanyaan. Uang siapa yang mereka pakai dalam penyelenggaraan tersebut? Tak lain dan tak bukan jawabannya adalah uang RAKYAT INDONESIA. Di tengah krisis kenaikan BBM, di tengah himpitan ekonomi alangkah teganya pemimpin kita menari-nari di atas penderitaan rakyat. Memang sah-sah saja dalam memperingati 100 tahun kebangkitan nasional kita mengadakan acara, alangkah indahnya acara tersebut jika diadakan di Istana Negara dengan sederhana dan bersahaja. Berapa uang yang di habiskan untuk honor penari? Berapa uang yang dihabiskan untuk dekorasi? Berapa uang yang dihabiskan untuk kembang api? Dan berbagai macam tetek bengek yang harus di urus dalam acara tersebut?.<br />
Mungkin Cuma bermilyar-milyar yang di habiskan dalam acara tersebut, tetapi alangkah indahnya uang  yang bermilyar-milyar tersebut digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi bangsa dan Negara Indonesia. Hal inikah yang kita sebut sebagai 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL?<br />
Sumber daya alam pun habis, hutan gundul, tanah pasir di keruk tetangga, batubara ludes, minyak amblas. Ada yang dikuasai oleh pihak asing, ada yang babat oleh putra-putri bangsanya sendiri. Sumber daya manusia pun runtuh oleh mahalnya pendidikan, narkoba, dan masih banyak lagi masalah yang menanti bangsa ini di depan pintu gerbang KEMERDEKAAN YANG SEMU.<br />
Bangkit dari keterpurukan, bangkit dari penjajahan kapitalis, bangkit dari kehancuran. Semoga dengan 100 tahun kebangkitan nasional yang telah di rayakan segenap bangsa Indonesia menampukkan harapan kepada para pemimpin-pemimpin bangsa agar menjalankan amanah dari rakyat.<br />
Maju Indonesia ku, bangkit dari keterpurakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
