Text Link Ads

Menulis: Menemukan Siapa Kita?

Oleh: Arda Dinata
Email: arda.dinata@gmail.com dan WebBlog: http://miqra.blogspot.com

”Saat kamu meletakkan pena di kertas dan menuangkan pikiranmu, kamu mulai menemukan apa yang kamu ketahui tentang dirimu sendiri, juga tentang dunia.”
(Caryn Mirriam-Goldberg)

KALAU mau jujur, dalam hidup ini yang paling sulit itu sesungguhnya bila disuruh untuk menilai diri sendiri. Makanya, para psikolog biasanya untuk mengetahui dan memperbaiki perilaku seseorang, salah satunya adalah menyarankan dengan cara meminta pendapat atau penilaian dari orang lain yang terdekat dengan kita.

Hasilnya, sudah dapat dipastikan nilai kejujuran tentang pribadi kita akan muncul. Baik mengenai kebiasaan, kelebihan, kekurangan, hal-hal yang paling disenangi, dan hal lainnya. Pokoknya, hasil penilaian mereka itu sangat membantu kita dalam melakukan instropeksi dan perbaikan diri.

Lantas, pertanyaannya adalah bisakah kita menemukan sendiri tentang siapa diri kita ini sesungguhnya? Jawabnya, bisa! Yakni dengan menulis. Ya, dengan kegiatan menulis secara jujur mengenai segala hal yang kita lakukan setiap hari. Kita dapat menulis dan menelaah tentang apa yang disukai atau dibenci sekalipun, apa yang menyakitkan, apa yang kita butuhkan, apa yang dapat kita berikan, serta apa yang diinginkan sesungguhnya dalam hidup ini.

Dari dokumentasi tertulis seperti itulah, nantinya kita dapat merekap ulang dan menyimpulkan tentang segala sesuatu menyangkut diri kita. Temanya dapat kita golongkan menjadi: kebiasaan, keburukan, kebaikan, kebencian, kesenangan, hobi, dan persepsi tentang kehidupan itu sendiri atau lainnya.

Di sini, syaratnya hanya satu. Kita dituntut untuk selalu jujur ketika menuangkan pikiran, ide, dan inspirasi kita itu dalam bentuk tulisan. Tanpa kejujuran, maka yang didapat nantinya bukan pribadi diri kita yang sesungguhnya. Pokoknya, kebiasaan menulis ini dapat membantu memahami diri dan keberadaan kita di dunia dengan lebih baik. Terkait dengan itu, Robert Duncan, pernah mengungkapkan bahwa menulis adalah salah satu cara memangkas bagian permukaan sesuatu untuk menjelajahi atau memahami banyak hal.

Atas dasar itu, pantas saja Caryn Mirriam-Goldberg menyimpulkan ada 12 alasan, mengapa kita perlu menulis, yaitu:

· Menulis membantu menemukan siapa dirimu.

· Menulis dapat membantu percaya diri dan meningkatkan kebanggaan.

· Saat menulis, kamu mendengar pendapat unikmu sendiri.

· Menulis menunjukkan apa yang dapat kamu berikan pada dunia.

· Dengan menulis, kamu mencari jawaban terhadap pertanyaan dan menemukan pertanyaan baru untuk ditanyakan.

· Menulis meningkatkan kreativitas.

· Dengan menulis, kamu dapat berbagi dengan orang lain.

· Menulis memberimu tempat untuk melampiaskan amarah/ketakutan, kesedihan, dan perasaan menyakitkan lainnya.

· Kamu dapat membantu menyembuhkan diri dengan menulis.

· Menulis memberimu kesenangan dan cara mengungkapkannya.

· Menulis membuatmu lebih hidup.

· Kamu dapat menemukan impianmu melalui menulis.

Sungguh luar biasa dan menyenangkan ke-12 manfaat dari aktivitas menulis itu, saya pun telah merasakan dari manfaat-manfaat tersebut. Dampaknya, tentu hidup kita akan semakin lebih hidup.

Jadi, dalam hidup ini tidak ada alasan untuk tidak menulis. Untuk itu, menulislah mulai sekarang untuk menemukan dirimu sendiri. Menulis yukk…!!!***

*) Penulis adalah pengasuh rubrik Jurnalistik di MIQRA Indonesia, www.miqrajurnalistik.blogspot.com.

<>Dapatkan Ebook GRATIS di Situs:
1. Harta Karun Bagi PENULIS & Penerbit BUKU
2. Cara SUKSES Nampang dI INTERNET & Kirim 100-an Email Sekali klik
3. Cara NERBITIN BUKU OK; Asyiknya Menulis Chicken Soup for the Soul; dan Kiat Membuat TULISAN YANG MENARIK

 


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

AddThis Social Bookmark Button

3 Responses to “Menulis: Menemukan Siapa Kita?”

  1. Menulis sejujur-jujurnya tentang diri sendiri, kemudian dipublikasikan seperti di blog, menurut saya, rasanya akan seperti raja tidak berpakaian. Kalau hanya sekedar mengenal diri sendiri, cukup tuliskan segalanya dalam diary yang tidak akan dibaca orang banyak. Masuk ke ruang publik dengan kejujuran yang telanjang, butuh keberanian tersendiri. Artinya harus bersiap untuk dinilai orang, mudah ditakar, di labeli dan kalau perlu diintimidasi.

  2. Bagi mereka yang tidak bisa mengenal dirinya, memang pantas seperti raja yang tidak berpakaian. jadi orang-orang akan menilai kita secara pulgar. begitu pun dengan menulis kita akan (siap)dinilai oleh orang-orang yang membacanya… met menulis biar aku tahu siapa ….. itu sesungguhnya….!!

    Ma kasih.

  3. aslm.
    sangat menarik apabila kita mengenal orang lain
    dengan mengenal orang lain, sebenarnya juga akan mengenal diri sendiri. tentunya harus dengan sikap yang jujur..
    mengenai mengenal diri kita sebenarnya adalah suatu tujuan yang positif,.. sebab ketika orang mengenal dirinya sendiri maka ia akan mengenal tuhannya..
    ia akan tau dimana posisi dan peran yang harus dimainkan dalam cerpen kehidupannya..
    jadi met nulis aja yach.. salam kenal buat semua, cz qu br masuk di sini,…

Leave a Reply