Text Link Ads

04. Menulis, In The Mood

Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Intip juga www.webersis.com

DHARMA SAPUTRA: Kalau saya, menulis kalau lagi mood saja. Sebab, merangkai kata-katanya menjadi enak, seperti air mengalir. Tapi, kalau tidak mood, waduh … satu kalimat saja seharian tidak jadi-jadi. Bagaimana tu Bang?

BELENGGU MOOD: Jujur saja, kalau mendengar atau membaca kosakata mood dalam perbincangan menulis, saya keder duluan. Hal tersebut bukan tanpa sebab. Banyak pe-sharing mendewakan mood sembari menganggap seolah-olah hanya datang dari ‘langit’. Pada tingkat lebih ‘tinggi’ dijadikan alasan: “Sorry lagi ngak mood, nich”. Alasan sekaligus tameng sempurna. Celakanya, ideologi tersebut ditanamkan pada anak-anak muda. Apa sih mood itu?
 
Mood adalah … the way you are feeling at a particular time; She’s in a good mood today —happy and friendly (Oxford Advanced Leaner’s Dictionary, 2000: 824). Menurut Kamus Inggris-Indonesia (1996: 385): keadaan jiwa, suasana hati.
 
Ya, kalau mood berkaitan dengan kenyamaan, suasana hati, lalu kenapa kog tidak suasana hati yang dikondisikan. Ciptakan susana hati menyenangkan. Emang suasana datang sendiri? Yang punya hati, pemilik suasana, siapa? Hayo? Kita kan? Ya, usaha dong. Mood kog ditungu-tunggu. Aneh.
 
Logikanya begini. Orang yang sehat raganya akan sehat pikirannya, ya rasanya. Ya, jaga kesehatan dong. Tidak mungkinlah orang yang melalaikan tugas pokok, melakukan kesalahan, marah-marah, atau diuber-uber debt collector bersuasana hati nyaman, ya jauhi diri dari hal-hal sedemikian. Apalagi mereka yang suka beralasan. Tidak mungkin mendapatkan mood.
 
Dengan kata lain, buang dari diri segala hal yang tidak menyenangkan, yang membuat mood terbang. Buat perangkap agar mood selalu bersama hati dan pikiran. Tentu, tidak setiap saat mood menyatu, atau bad mood tidak pernah hampir. Karena itu, mari kita ciptakan mood, kita pelihara, kita dayagunakan. Mood kog ditunggu, dan kalau menyapa baru menulis. Saya tidak paham logika sedemikian.
 
Pada tulisan yang lain sudah ditulis, mood otomatis melekad manakala suasana kebatinan nyaman sedang memunncak. Sampai-sampai saya tulis, menulis obat jiwa, menulis adalah katarsis. Pembersihan kerak-kerak pikiran, karat-karat hati, sebab kita mengeluarkan apa yang menganjal. Atau, kalau suasana hati sedang asyik-asyiknya akan menjadi sempurna manakala menulis. Lebih semlohay.
 
Yang ingin saya tandaskan, justru sebalaknya dari belenggu mood yang banyak dianut orang. Ha? Ya, iyalah. Betapa tidak. Kalau lagi kurang enak badan biasanya leyeh-leyeh sembari menikmati bacaan. Kalau kesal sama pimpinan yang dongok, atau muak dengan bualan-bualan di seminar, atau pidato membosankan, mengembangkan imajinasi sejenak. Selepas membaca, seselesai berimajinasi, keinginan menulis segera bergabung. Mood menyatu.
 
Begitu yang saya praktikkan selama ini. Menulis jadi lancar. Tepatnya, (good) mood diciptakan justru untuk menggempur bad mood, hingga dalam kehidupan keseharian selalu in the mood. Kalau tidak percaya, perhatikan cara hidup dan kehidupan penulis-penulis produktif. Selalu in the mood.
 
Sudahlah. Jangan lagi mau dibodohi, kalau membaca harus dalam suasana begini-begitu, pada jam sekian, harus buku anu, dan seterusnya. Membaca kog disulit-sulitkan.
 
Begitu juga menulis. Jangan dipasang portal aturan begini-begitu. Mudahkan saja. Kapan saja dimana saja. Tidak rasionalnya, belenggu mood —entah siapa yang menciptakan— dipagut erat tanpa dianalisis. Pokoknya ngak mood. Yo opo rek.
 
Jadi, jadikan suasana selalu siap menulis, suasana nyaman. Wong yang punya pikiran, yang punya perasaan, yang punya suasana, kita sendiri. Kog mau-maunya dibodohi orang atas nama ‘kekuasaan’ mood. Aya aya wae.
 
Jadi, mari ciptakan mood, mari pelihara mood. Jangan pernah menunggu mood, sebab kalau menunggu, bak main sepakbola, sudah kalah lima nol sebelum bola disepak. Mari menjadi pemenang. Selalu dalam kondisi mood, menulis in the mood.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 4 Maret 2008.


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

AddThis Social Bookmark Button

Leave a Reply