<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Lomba Menulis &#8220;Pengalaman Menulis&#8221;</title>
	<atom:link href="http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/</link>
	<description># sebuah portal tempat belajar #</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 10:37:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Izla</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-328</link>
		<dc:creator>Izla</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 08:18:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-328</guid>
		<description>Kapan ada lomba kayak gitu lagi yach

jg pengen coba nie.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan ada lomba kayak gitu lagi yach</p>
<p>jg pengen coba nie&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: haryani</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-321</link>
		<dc:creator>haryani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 12:02:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-321</guid>
		<description>duh...maap, tadi lagi luput, salah kirim,jadi malu nich;')</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh&#8230;maap, tadi lagi luput, salah kirim,jadi malu nich;&#8217;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: haryani</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-320</link>
		<dc:creator>haryani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 11:47:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-320</guid>
		<description>Mendobrak fenomena kebangkitan nasional

Entah dari sisi mana para sejarawah memandang dan menentukan hari kebangkitan nasional. Yang jelas saya pribadi tidaklah begitu mengetahui seluk-beluk pemikiran orang-orang yang telah memukulkan palu dalam penetapan peringatan hari kebangkitan nasional. Tetapi biarlah, saya tidak hendak ambil pusing memikirkan sesuatu yang telah ditetapkan,akan tetapi suatu penemuan tidaklah akan mengalami perkembangan dan kemajuan apabila tidak ada manusia lain yang menyempurnakan sebuah temuan itu, baik temuan dalam bentuk fisik maupun temuan dalam bentuk gagasan-gagasan dan ide-ide.
Jika yang di atas dapat membuat penetapan sebuah hari jadi kebangkitan nasional, dengan dukungan media massa dan hiruk pikuk manusia dalam menggaungkan ide dan gagasannya, maka biarkanlah yang di bawah ikut serta berpartisipasi dalam membuat analisis tentang hari jadi kebangkitan nasoinal, yang tentu saja dengan tidak melupakan suatu kaidah analisis. Maksud hati bukanlah ingin menjadi pesaing, akan tetapi hanya ingin menyampaikan segala uneg-uneg diotak yang hampir meledak karena selama ini telah terbius hingga menjadi sebuah kebisuan. Berikanlan saya satu ruangan untuk menumpahkan gagasan saya

Sejarah dan fakta
Dari beberapa informasi yang saya terima dan selama ini saya saksikan, kebangkitan nasional selalu diperingati pada tanggal 20 Mei, dengan berdasar pada sejarah terbentuknya Budi Oetomo yakni pada tanggal 20 Mei 1908. Perihal yang selalu menggelayut dalam benak saya dan menjadi sebuah pertanyaan adalah apakah benar-benar Budi Oetomo, organisasi yang pertama kali menjadi pelopor pergerakan nasional? dan apakah gerak dan tujuan BO benar-benar ditujukan untuk kebangkitan nasional? apakah iya? .
Dalam sebuah wacana sejarah, ada yang menyatakan bahwa sesungguhnya pengusung kebangkitan nasional adalah serikat Islam yang dulunya bernama serikat dagang Islam, organisasi ini didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1905 lebih awal dari budi Oetomo yang baru berdiri pada tahun 1908. Serikat  Islam mempunyai tujuan dalam meraih cita-cita kemerdekaan bangsa, Ia berjuang melepaskan tali-tali penjajahan barat yang selama ini telah mengikat kuat dan membelenggu bangsa Indonesia, dalam orientasi perjuangannya SI tidak hanya memperjuangkan hak-hak golongannya saja ataupun daerahnya saja, akan tetapi SI berjuang atas nama bangsa Indonesia. Ternyata selama ini sejarah hanya mencatat  berdirinya sarikat Islam, hanya dipandang dari sisi lahiriahnya saja bukan dari sisi kemunculan ide yang akan membentuk suatu organisasi massal, hingga muncullah argumen yang menyatakan bahwasannya SI berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh Haji Samanhudi.
Sejarah yang hakiki memanglah hanya  milik para pelaku sejarah, generasi berikutnya hanya dapat memaparkan dan menganalisis data-data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan metode-metode ampuhnya. Jika terdapat kesalahan, hal itu memang sangatlah wajar, karena keberadaan sejarah  tidaklah tersuguh didepan mata yang dengan sangat mudah dan siap untuk dipaparkan. Keberadaan sejarah laksana bayang-bayang buram yang berada dibelakang, kadang-kadang sulit dilihat karena bersembunyi dibalik misteri purbanya
Di dalam sebuah situs yang ditulis oleh Rizki Ridyasmara dengan menggunakan rujukan yang bersumber dari buku yang berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya K.H. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924, menuliskan tentang pernyataan yang dilontarkan oleh K.H. Firdaus AN yang berbunyi :“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekaan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ”.
Kemudian, masih dalam situs yang memuat tulisan Rizki Ridyasmara, K.H.Firdaus AN juga memperlihatkan suatu kenyataan bahwasannya Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.

Selain tulisan yang dibuat oleh Rizki Ridyasmara, banyak juga tulisan lain yang menggugat tentang Budi Oetomo sebagai pelopor kebangkitan Nasional, yang diantaranya adalah tuliasan Hasan Basri yang menyatakan:” semenjak lahirnya gerakan Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sampai 31 tahun kemudian, organisasi tersebut tidak pernah mau mengakui bahasa melayu sebagai bahasa nasional, gerakan ini sangat eklusif dan tidak mau menerima anggota dari luar Jawa serta menginginkan bahasa Jawa atau Belanda sebagai bahasa nasional”.

Dari pernyataan diatas dapat kita lihat bahwa cita-cita pegerakan BO hanyalah ditujukan untuk kesejahteraan bagi rakyat Jawa dan Madura saja, bukan diperuntukkan bagi bangsa Indonesia keseluruhan, jadi masihkah pantas suatu organisasi yang bersifat dan berfaham chauvinisme selalu diagungkan sebagai pelopor pergerakan nasional, Ingat! NASIONAL!, padahal Indonesia dalam mendidik anak-anak bangsanya sangat mewanti-wanti dengan adanya bahaya chauvinisme, tapi mengapa organisasi yang mengajarkan chuvinisme malah selalu diperingti hari jadinya, sungguh sangat paradoks.

Langkah kaki bangsa dalam menapaki anak tangga kebangkitan berbangsa dan bernegara
Orde lama telah hilang masa waktunya, orde baru musnah sudah kepongahan kuasanya, kini reformasi apa kabarnya?.
Bagaikan bola salju yang terus menggelinding, masa demi masa,rezim yang silih berganti, hanya menghiasi wajah indonesia dengan polesan semu yang sejatinya hanya mengotori wajah indonesia. Masa demi masa tak hentinya bergulir. Seakan tak lelahnya menunggu indonesia untuk berubah kearah yang lebih baik. Namun sang masa agaknya mulai jemu karena terlalu lama menunggu bangsa indonesia yang sulit untuk bangun dari lelap panjangnya. Kapankah? kapankah lelap itu akan berakhir? Kapankah kesadaran yang membangkitkan itu akan muncul?.
Percikan api perjuangan yang dahulu kala pernah menjadi hero kebangkitan, kelihatannya semakin lama percikannya semakin mengecil, redup dan semoga saja tidak mati, karena harapan memang harus selalu ada. 
Kebangkitan nasional yang setelah sekian lama menjadi impian ternyata memang hanyalah sebuah mimpi yang melelahkan. Kebangkitan nasional yang dicita-citakan, dalam skala kecilnya agar dapat menjadikan bangsa indonesia sejahtera dan mandiri serta mempunyai daya saing yang terakui. Namun, fakta dilapangan ternyata berbicara lain. Bukannya bertambah bangkit ,bangsa indonesia kian hari malah kian terjepit dan menjadi bangsa yang kerdil ditengah percaturan dunia pimpinan negara adidaya Amerika Serikat.
Bagaimana tidak, data-data buram era reformasi telah banyak dihidangkan ditengah-tengah perjamuan kehidupan. Angka-angka kemiskinan makin hari makin membengkak jumlahnya, kemandirian bangsa dalam segala bidang merosot tajam. Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris terbesar kini kematian rakyatnya hampir tiap detik dapat disaksikan akibat kekurangan makanan. Mereka, para rakyat dalam sebuah negara agraris setiap hari harus menyantap nasi aking, sungguh suatu fenomena yang sangat tidak wajar untuk disaksikan.
Gejolak krisis makin hari makin tidak dapat terelakkan lagi, susul menyusul, bagai air bah yang tiba-tiba membanjiri  suatu negeri yang manusianya telah ingkar terhadap Tuhannya. Rakyat dibrondongi dengan peluru kenaikan bahan pokok kehidupan, mulai dari minyak goreng, beras,kedelai,minyak tanah dan bahan pokok lainnya yang juga ikut-ikutan berpartisipasi untuk naik ke panggung harga. Darah rakyat benar-benar telah terhisap habis oleh sistem kapitalis global.
Belum tercapainya kebangkitan nasional juga tersandunng oleh jebakan hutang yang telah mengakar kuat yang jumlahnya telah membelalakkan mata. Disamping itu, jelas kebangkitan nasional tidak lekas terwujud apabila pendidikannya tidak terlalu disentuh oleh pemerintah, malah cenderung disarankan untuk mandiri alias pemerintah tidak lagi mau berurusan banyak dengan lembaga pendidikan. Seharusnya pemerintah Indonesia mencamkan baik-baik, bahwa mustahil suatu bangsa akan maju dan menciptakan suatu peradaban tinggi apabila pendidikannya terabaikan.
Fakta yang selama ini tersusun bukannya membentuk sebuah dokumen yang gilang gemilang tetapi ternyata  malah banyak membeberkan fenomena buram lagi hitam, tidak hanya satu,dua ataupun tiga perkara saja yang membanjiri keluarga besar Indonesia. Namun lebih dari seribu satu kasus yang  tanpa lelah selalu menggeluti keluarga Indonesia. 
Lalu, dimana letak kesalahannya? Hingga menyebabkan Indonesia sampai detik ini tidak bangkit-bangkit dalam arti yang hakiki?. Banyak sekali kita menarik sebuah kesimpulan, karena banyak pula lontaran argumen yang keluar dari bermacam-macam sudut pandang. Ada yang menyimpulkan karena manusianya, karena kebodohan, karena ekonomi, karena sistemnya yang memang sudah rusak, oleh karena itu harus dibenahi dari akarnya, dan masih banyak lagi  argumen yang keluar dari banyak kepala.
Jika ditarik kesimpulan secara sederhana, semua argumen benar semua, karena problem tersebut  lebih dipandang secara parsial, dan itulah fakta Indonesia, banyak sekali paparan tentang problematika. Dan jika fakta-fakta dari bebagai argumen tersebut dikumpulkan menjadi satu, ternyata bila dianalisis lebih dalam lagi, hal itu hanya disebabkan oleh satu perkara yaitu sistem yang memang sudah tidak dapat dipakai sebagai landasan berbuat. Dari sistem itulah kemudian memunculkan manusia-manusia yang juga bermoral bobrok akibat didikan sistem bobrok tersebut, karena bagaimanapun juga yang namanya sistem hidup atau Ideologi adalah kunci dari segala perbuatan, dia dapat menekan manusia untuk berbuat sesuai dengan aturan dan tututan sistem atau ideologi yang diembannya.
Dan bisa dipastikan  sistem yang baik bukanlah berasal dari manusia yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan, akan tetapi sistem yang baik juga berasal dari Dzat yang Maha Baik.
Harapan dan keoptimisan harus selalu ada, hingga dari situ mampu membangun sebuah pandangan yang jauh kedepan,untuk segera membuat sebuah jalan menuju sebuah kebangkitan yang hakiki. Biarlah lukisan  dengan torehan noda dan darah tersebut menjadi guru yang bijak untuk dapat menuntun manusia Indonesia yang tengah berada dalam suatu masa yang remang-remang, untuk menuju kesuatu masa yang terang benderang dengan cahaya Sang Pemilik cahaya diatas cahaya. Wallahu ’alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mendobrak fenomena kebangkitan nasional</p>
<p>Entah dari sisi mana para sejarawah memandang dan menentukan hari kebangkitan nasional. Yang jelas saya pribadi tidaklah begitu mengetahui seluk-beluk pemikiran orang-orang yang telah memukulkan palu dalam penetapan peringatan hari kebangkitan nasional. Tetapi biarlah, saya tidak hendak ambil pusing memikirkan sesuatu yang telah ditetapkan,akan tetapi suatu penemuan tidaklah akan mengalami perkembangan dan kemajuan apabila tidak ada manusia lain yang menyempurnakan sebuah temuan itu, baik temuan dalam bentuk fisik maupun temuan dalam bentuk gagasan-gagasan dan ide-ide.<br />
Jika yang di atas dapat membuat penetapan sebuah hari jadi kebangkitan nasional, dengan dukungan media massa dan hiruk pikuk manusia dalam menggaungkan ide dan gagasannya, maka biarkanlah yang di bawah ikut serta berpartisipasi dalam membuat analisis tentang hari jadi kebangkitan nasoinal, yang tentu saja dengan tidak melupakan suatu kaidah analisis. Maksud hati bukanlah ingin menjadi pesaing, akan tetapi hanya ingin menyampaikan segala uneg-uneg diotak yang hampir meledak karena selama ini telah terbius hingga menjadi sebuah kebisuan. Berikanlan saya satu ruangan untuk menumpahkan gagasan saya</p>
<p>Sejarah dan fakta<br />
Dari beberapa informasi yang saya terima dan selama ini saya saksikan, kebangkitan nasional selalu diperingati pada tanggal 20 Mei, dengan berdasar pada sejarah terbentuknya Budi Oetomo yakni pada tanggal 20 Mei 1908. Perihal yang selalu menggelayut dalam benak saya dan menjadi sebuah pertanyaan adalah apakah benar-benar Budi Oetomo, organisasi yang pertama kali menjadi pelopor pergerakan nasional? dan apakah gerak dan tujuan BO benar-benar ditujukan untuk kebangkitan nasional? apakah iya? .<br />
Dalam sebuah wacana sejarah, ada yang menyatakan bahwa sesungguhnya pengusung kebangkitan nasional adalah serikat Islam yang dulunya bernama serikat dagang Islam, organisasi ini didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1905 lebih awal dari budi Oetomo yang baru berdiri pada tahun 1908. Serikat  Islam mempunyai tujuan dalam meraih cita-cita kemerdekaan bangsa, Ia berjuang melepaskan tali-tali penjajahan barat yang selama ini telah mengikat kuat dan membelenggu bangsa Indonesia, dalam orientasi perjuangannya SI tidak hanya memperjuangkan hak-hak golongannya saja ataupun daerahnya saja, akan tetapi SI berjuang atas nama bangsa Indonesia. Ternyata selama ini sejarah hanya mencatat  berdirinya sarikat Islam, hanya dipandang dari sisi lahiriahnya saja bukan dari sisi kemunculan ide yang akan membentuk suatu organisasi massal, hingga muncullah argumen yang menyatakan bahwasannya SI berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh Haji Samanhudi.<br />
Sejarah yang hakiki memanglah hanya  milik para pelaku sejarah, generasi berikutnya hanya dapat memaparkan dan menganalisis data-data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan metode-metode ampuhnya. Jika terdapat kesalahan, hal itu memang sangatlah wajar, karena keberadaan sejarah  tidaklah tersuguh didepan mata yang dengan sangat mudah dan siap untuk dipaparkan. Keberadaan sejarah laksana bayang-bayang buram yang berada dibelakang, kadang-kadang sulit dilihat karena bersembunyi dibalik misteri purbanya<br />
Di dalam sebuah situs yang ditulis oleh Rizki Ridyasmara dengan menggunakan rujukan yang bersumber dari buku yang berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya K.H. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924, menuliskan tentang pernyataan yang dilontarkan oleh K.H. Firdaus AN yang berbunyi :“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekaan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ”.<br />
Kemudian, masih dalam situs yang memuat tulisan Rizki Ridyasmara, K.H.Firdaus AN juga memperlihatkan suatu kenyataan bahwasannya Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.</p>
<p>Selain tulisan yang dibuat oleh Rizki Ridyasmara, banyak juga tulisan lain yang menggugat tentang Budi Oetomo sebagai pelopor kebangkitan Nasional, yang diantaranya adalah tuliasan Hasan Basri yang menyatakan:” semenjak lahirnya gerakan Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sampai 31 tahun kemudian, organisasi tersebut tidak pernah mau mengakui bahasa melayu sebagai bahasa nasional, gerakan ini sangat eklusif dan tidak mau menerima anggota dari luar Jawa serta menginginkan bahasa Jawa atau Belanda sebagai bahasa nasional”.</p>
<p>Dari pernyataan diatas dapat kita lihat bahwa cita-cita pegerakan BO hanyalah ditujukan untuk kesejahteraan bagi rakyat Jawa dan Madura saja, bukan diperuntukkan bagi bangsa Indonesia keseluruhan, jadi masihkah pantas suatu organisasi yang bersifat dan berfaham chauvinisme selalu diagungkan sebagai pelopor pergerakan nasional, Ingat! NASIONAL!, padahal Indonesia dalam mendidik anak-anak bangsanya sangat mewanti-wanti dengan adanya bahaya chauvinisme, tapi mengapa organisasi yang mengajarkan chuvinisme malah selalu diperingti hari jadinya, sungguh sangat paradoks.</p>
<p>Langkah kaki bangsa dalam menapaki anak tangga kebangkitan berbangsa dan bernegara<br />
Orde lama telah hilang masa waktunya, orde baru musnah sudah kepongahan kuasanya, kini reformasi apa kabarnya?.<br />
Bagaikan bola salju yang terus menggelinding, masa demi masa,rezim yang silih berganti, hanya menghiasi wajah indonesia dengan polesan semu yang sejatinya hanya mengotori wajah indonesia. Masa demi masa tak hentinya bergulir. Seakan tak lelahnya menunggu indonesia untuk berubah kearah yang lebih baik. Namun sang masa agaknya mulai jemu karena terlalu lama menunggu bangsa indonesia yang sulit untuk bangun dari lelap panjangnya. Kapankah? kapankah lelap itu akan berakhir? Kapankah kesadaran yang membangkitkan itu akan muncul?.<br />
Percikan api perjuangan yang dahulu kala pernah menjadi hero kebangkitan, kelihatannya semakin lama percikannya semakin mengecil, redup dan semoga saja tidak mati, karena harapan memang harus selalu ada.<br />
Kebangkitan nasional yang setelah sekian lama menjadi impian ternyata memang hanyalah sebuah mimpi yang melelahkan. Kebangkitan nasional yang dicita-citakan, dalam skala kecilnya agar dapat menjadikan bangsa indonesia sejahtera dan mandiri serta mempunyai daya saing yang terakui. Namun, fakta dilapangan ternyata berbicara lain. Bukannya bertambah bangkit ,bangsa indonesia kian hari malah kian terjepit dan menjadi bangsa yang kerdil ditengah percaturan dunia pimpinan negara adidaya Amerika Serikat.<br />
Bagaimana tidak, data-data buram era reformasi telah banyak dihidangkan ditengah-tengah perjamuan kehidupan. Angka-angka kemiskinan makin hari makin membengkak jumlahnya, kemandirian bangsa dalam segala bidang merosot tajam. Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris terbesar kini kematian rakyatnya hampir tiap detik dapat disaksikan akibat kekurangan makanan. Mereka, para rakyat dalam sebuah negara agraris setiap hari harus menyantap nasi aking, sungguh suatu fenomena yang sangat tidak wajar untuk disaksikan.<br />
Gejolak krisis makin hari makin tidak dapat terelakkan lagi, susul menyusul, bagai air bah yang tiba-tiba membanjiri  suatu negeri yang manusianya telah ingkar terhadap Tuhannya. Rakyat dibrondongi dengan peluru kenaikan bahan pokok kehidupan, mulai dari minyak goreng, beras,kedelai,minyak tanah dan bahan pokok lainnya yang juga ikut-ikutan berpartisipasi untuk naik ke panggung harga. Darah rakyat benar-benar telah terhisap habis oleh sistem kapitalis global.<br />
Belum tercapainya kebangkitan nasional juga tersandunng oleh jebakan hutang yang telah mengakar kuat yang jumlahnya telah membelalakkan mata. Disamping itu, jelas kebangkitan nasional tidak lekas terwujud apabila pendidikannya tidak terlalu disentuh oleh pemerintah, malah cenderung disarankan untuk mandiri alias pemerintah tidak lagi mau berurusan banyak dengan lembaga pendidikan. Seharusnya pemerintah Indonesia mencamkan baik-baik, bahwa mustahil suatu bangsa akan maju dan menciptakan suatu peradaban tinggi apabila pendidikannya terabaikan.<br />
Fakta yang selama ini tersusun bukannya membentuk sebuah dokumen yang gilang gemilang tetapi ternyata  malah banyak membeberkan fenomena buram lagi hitam, tidak hanya satu,dua ataupun tiga perkara saja yang membanjiri keluarga besar Indonesia. Namun lebih dari seribu satu kasus yang  tanpa lelah selalu menggeluti keluarga Indonesia.<br />
Lalu, dimana letak kesalahannya? Hingga menyebabkan Indonesia sampai detik ini tidak bangkit-bangkit dalam arti yang hakiki?. Banyak sekali kita menarik sebuah kesimpulan, karena banyak pula lontaran argumen yang keluar dari bermacam-macam sudut pandang. Ada yang menyimpulkan karena manusianya, karena kebodohan, karena ekonomi, karena sistemnya yang memang sudah rusak, oleh karena itu harus dibenahi dari akarnya, dan masih banyak lagi  argumen yang keluar dari banyak kepala.<br />
Jika ditarik kesimpulan secara sederhana, semua argumen benar semua, karena problem tersebut  lebih dipandang secara parsial, dan itulah fakta Indonesia, banyak sekali paparan tentang problematika. Dan jika fakta-fakta dari bebagai argumen tersebut dikumpulkan menjadi satu, ternyata bila dianalisis lebih dalam lagi, hal itu hanya disebabkan oleh satu perkara yaitu sistem yang memang sudah tidak dapat dipakai sebagai landasan berbuat. Dari sistem itulah kemudian memunculkan manusia-manusia yang juga bermoral bobrok akibat didikan sistem bobrok tersebut, karena bagaimanapun juga yang namanya sistem hidup atau Ideologi adalah kunci dari segala perbuatan, dia dapat menekan manusia untuk berbuat sesuai dengan aturan dan tututan sistem atau ideologi yang diembannya.<br />
Dan bisa dipastikan  sistem yang baik bukanlah berasal dari manusia yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan, akan tetapi sistem yang baik juga berasal dari Dzat yang Maha Baik.<br />
Harapan dan keoptimisan harus selalu ada, hingga dari situ mampu membangun sebuah pandangan yang jauh kedepan,untuk segera membuat sebuah jalan menuju sebuah kebangkitan yang hakiki. Biarlah lukisan  dengan torehan noda dan darah tersebut menjadi guru yang bijak untuk dapat menuntun manusia Indonesia yang tengah berada dalam suatu masa yang remang-remang, untuk menuju kesuatu masa yang terang benderang dengan cahaya Sang Pemilik cahaya diatas cahaya. Wallahu ’alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aisyah silverqueen</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-69</link>
		<dc:creator>aisyah silverqueen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 16:24:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-69</guid>
		<description>dari hongkong bolehkah ikutan bapak???
karena dari teman FLP cabang hongkong banyak yang minat.

***&lt;em&gt;Ya bolehlah ... dari Jepang aja tuh yang ikut. Salam buat teman-teman di hokong. Kalau mau sharing silahkan ke www.webersis juga.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari hongkong bolehkah ikutan bapak???<br />
karena dari teman FLP cabang hongkong banyak yang minat.</p>
<p>***<em>Ya bolehlah &#8230; dari Jepang aja tuh yang ikut. Salam buat teman-teman di hokong. Kalau mau sharing silahkan ke <a href="http://www.webersis" rel="nofollow">http://www.webersis</a> juga.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ersis</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-68</link>
		<dc:creator>ersis</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 15:54:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-68</guid>
		<description>Ya ya ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya ya ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: riepie</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-67</link>
		<dc:creator>riepie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 15:24:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-67</guid>
		<description>lomba ini buat umum ga?soalnya aq orang jogja gt?txs</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lomba ini buat umum ga?soalnya aq orang jogja gt?txs</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: frestiana</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-65</link>
		<dc:creator>frestiana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 06:58:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-65</guid>
		<description>gimana caranya ikutan?susah amat nyari infonye.apa syaratnya?dikirim kemna?gw anak jakarta boleh ikutan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gimana caranya ikutan?susah amat nyari infonye.apa syaratnya?dikirim kemna?gw anak jakarta boleh ikutan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vhee</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-64</link>
		<dc:creator>vhee</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 04:38:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-64</guid>
		<description>ak new comers ne, mga msh punya ksmptan buat ikut, deadline 31 desember mpe pukul 11.59 pm kan? tengkyu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ak new comers ne, mga msh punya ksmptan buat ikut, deadline 31 desember mpe pukul 11.59 pm kan? tengkyu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Yusuf</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-59</link>
		<dc:creator>Muhammad Yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 03:01:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-59</guid>
		<description>Bontang, 13 Des 07
Selamat dan semoga sukses selalu buat hamba Allah yang ingin menjadi dirinya ladang kebaikan buat orang lain.
Semoga orang-orang banjar khususnya bisa memanfaatkan web ini sehingga tidak terkesan kalo orang banjar tu malas manulis. Thanks pa Syahar atas info dan telah mengenalkan ulun dengan Pa EWA meskipun baru lewat buku2 sidin. Jazakumallahu khairan Kastir
Wassalam
Yusuf</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bontang, 13 Des 07<br />
Selamat dan semoga sukses selalu buat hamba Allah yang ingin menjadi dirinya ladang kebaikan buat orang lain.<br />
Semoga orang-orang banjar khususnya bisa memanfaatkan web ini sehingga tidak terkesan kalo orang banjar tu malas manulis. Thanks pa Syahar atas info dan telah mengenalkan ulun dengan Pa EWA meskipun baru lewat buku2 sidin. Jazakumallahu khairan Kastir<br />
Wassalam<br />
Yusuf</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: YaYa</title>
		<link>http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/comment-page-1/#comment-58</link>
		<dc:creator>YaYa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 08:30:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://menulismudah.com/2007/11/02/lomba-menulis-pengalaman-menulis/#comment-58</guid>
		<description>Kalau yg ikut lomba ini anak 11 tahun kaya' aku boleh ngga? Tolong di bales di emailku ya... makasih banyak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau yg ikut lomba ini anak 11 tahun kaya&#8217; aku boleh ngga? Tolong di bales di emailku ya&#8230; makasih banyak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
